TAK KENAL LELAH
Tuesday, September 15, 2015
Hari itu tepatnya tanggal 1 januari
2008 adalah hari kelulusan bangku sekolah menengah keatas (SMA) negeri 13
kendari.mereka meluapkan kegembiraannya dengan melakukan aksi saling coret
mencoret baju sekolahan mereka satu sama lain.hal ini merupakan pemandangan
yang sangat biasa kita temukan di negeri kita yang tercinta ini.para anak
sekolahan yang telah lulus dari bangku sekolahan mereka ini beranggapan bahwa
dengan mencoret baju mereka ini,bisa menghilangkan rasa penat mereka setelah 3
tahun belajar.dan setelah itu barulah mereka pulang dengan senang hati ke rumah
mereka masing-masing.
Seorang anak bernama Ardiansyah
pulang ke rumahnya dengan perasaan yang tidak sama dengan anak-anak
lainnya.disaat semua orang pulang dengan hati gembira,membawa sejuta harapan
yang akan mereka tanamkan untuk masa depan.tapi,tidak begitu dengan dia .dia
pulang dengan wajah yang sedikit cemberut.dengan wajah masam dia pun berjalan
langkah demi langkah menuju rumah kediamannya di jalan supu yusuf no.19.rumah
yang beratapkan rumbia dan berdindingkan batu-bata yang sudah tidak lama lagi
akan runtuh.sebenarnya,rumah itu akan direnovasi tapi semenjak mendiang
almarhum ayahnya meninggal,uang untuk renovasi rumahnya pun tidak ada.dan
ibunya yang sudah tidak kuat lagi untuk berjalan mencari nafkah.terpaksa untuk
menghidupi kesehariannya dan untuk
mengobati ibunya yang diserang penyakit yang tidak diketahui namanya.dia
bekerja di tempat pencucian galon dekat rumahnya,maka dari itu kelulusannya tak
membuat dirinya bahagia.
Menjadi tulang punggung keluarga
sejak masih muda itu tidaklah semudah yang kita pikirkan.seperti yang dialami Ardiansyah,harus
menjadi tulang punggung keluarga untuk menopang kehidupan sehari-hari dan juga
untuk membeli obat untuk sang ibu yang sakit.ardiansyah pun kadang- kadang
tidak masuk sekolah karena bekerja di tempat pencucian galon.memang susah
membagi waktu masuk kelas dan juga waktu untuk bekerja,tapi,tak ada cara
lain.tapi meskipun begitu prestasi ardi di kelas tidak kalah dengan anak-anak
lainnya.dan karena prestasinya itu pihak sekolah pun merasa prihatin dengan
keluarganya dan memberikannya beasiswa.dengan beasiswa itu beban ardi pun
mengurang dan dia pun bisa fokus untuk bekrja mencari nafkah.
Di saat semua orang sedang sibuk
untuk mencari-cari universitas untuk malanjutkan studi mereka.ardi juga sibuk
dengan pekerjaannya mencuci galon.dalam sehari ardi bisa mmbawa pulang uang sebesar
Rp.50.000.uang itu dia gunakan untuk membeli obat dan juga membeli kebutuhan
lainnya,dan tidak lupa dia juga menyisihkan uang tersebut untuk
ditabungnya.setelah satu bulan lamanya keadaan ibunya pun mulai membaik,dan
ibunya juga sudah bisa malukukan pekerjaan-pekerjaan ringan.lalu,ibunya pun
memutuskan untuk membantu ardi kerja di tempat pencucian galon tersebut.dengan
begitu bisa meringankan pekrjaan ardi dan juga bisa menambah penghasilanan
harian mereka.setelah pulang kerja ardi dan ibunya pulang ke rumah dengan
perasaan lega.dengan membawa pulang uang hasil kerja keras mereka seharian
tadi. Tapi di perjalanan pulang ardi dan ibunya dihadang oleh dua orang
bertopeng dan mengambil uang mereka, sia-sia sudah uang yang mereka dapatkan
seharian, tak ada cara lain kecuali memberikan uang mereka. Karena, dua orang
tersebut mengancam ingin membunuh Ardi dan ibunya bila tak memberikan uang
mereka.
Sepulangnya mereka hujan pun
turun, untungnya saat hujan turun mereka sudah sampai di rumah mereka.Tapi, saat
masuk hendak beristirahat ternyata atap rumah mereka sudah bocor dan air hujan
pun masuk membasahi kamar tidur mereka.dan juga kerasnya angin menerbangkan
atap rumah mereka hingga tak ada satupun atap yang tersisa.tanpa sadar ibu Ardi
pun menangis di bawah guyuran hujan dan seraya Ardi mengangkat ibunya dan membawanya
ke tempat yang tidak terkena hujan.karena melihat ibunya menangis ardi juga
ikut meneteskan air mata dan ardi pun langsung menghapus air mata ibunya dan
seraya berkata”Sabar bu, mungkin ini cobaan dari Allah, kita harus sabar”.hingga
malam tiba ardi dan ibunya masih berteduh hinga terlelap tertidur dalam keadaan
basah.dan setelah pagi tiba ardi dan ibunya pun pulang ke rumah merekadengan
keadaan sedih,dan,karena keadaan tadi malam ibunya pun terkena demam karena
tertidur dengan baju basahnya.ardi pun pusing dengan keadaan ibunya yang
semakin parah.ardi pun terpaksa harus mencari uang lagi untuk membelikan ibunya
obat,ak ada cara lain selain harus meminta kerja lembur kepada sang pemilik
tempat pencucian galon itu.sore hari pun ardi beranjak ke tempat kerjanya itu
untuk menemui pemilik usaha tersebut.”pak maaf kalau saya lancang,saya
datang ke sini hanya untuk meminta kerja
lembur,karena uang yang saya dapatkan dari hasil kerja saya kemarin itu di
copet orang di perjalanan pulang,jadi,maksud saya datang kemari untuk meminta
pekerjaan tambahan,saya mau lembur pak,karena ibu sya sedang sakit dan saya ingin membelikannya
obat.”seraya hati sang pemilik perusahaan itu terketuk setelah mendengarkan
curahan hati dari Ardi tadi”kamu tidak usah lembur hari ini,ambil saja uang
ini.insya Allah ini cukup untuk membelikan ibumu obat dan juga biaya hidup kamu
untuk seminggu ini.kamu tidak usah masuk kerja dulu,jagalah ibumu smapai
sembuh,jika sudah sembuh barulah kamu masuk
kerja kembali.”ardi pun berteriam kasih kepada sang pemilik perusahaan tersebut
dan dai pun pulang dengan hati gembira.
Sesampainya di rumah dia pun lekas
mengambil wudhu dan juga melaksanakan sholat maghrib di rumahnya.dia pun
mendoakan ibunya agar bisa diberikan kesehatan oleh Allah SWT. Keesokan harinya
dia pun pergi ke apotek untuk membelikan ibunya obat. Dia pun harus menempuh
perjalanan yang jauh untuk bisa sampai di apotek itu.setelah mendapatkan obat
itu dia pun segera balik ke rumah,tapi,setelah turun dari mobiil angkutan umum
yang dia naiki dia melihat sekumpulan orang berkumpul di gang rumahnya.dan
melihat bendera putih tertancap di depan gangnya.perasaan ardi pun mulai tidak
enak.dia pun berlari menuju gerombolan orang tersebut dan ternyata mereka
sedang melihat mayat mendiang ibunya telah terkapar.seraya ardi pun terpaku
melihat mayat ibunya dan bersujud di depan ibunya. Tak terasa air mata Ardi pun
mengalir deras keluar dari kelopak matanya. Sekarang tak ada lagi yang di dunia ini. Sekarang dia harus melewati pahit
getir kehidupan dunia ini sendirian, tak ada lagi yang akan memotivasi dirinya
dan mendoringnya dar belakang jika marasa elah menjalani kehidupannya kecuali dirinya sendiri.ardi pun mengingat
seluruh kenangan yang elah dia lalui barsama almarhumah ibunya itu. Air matanya
pun tidak berhenti mengalir dan orang-orang
di sekelilingnya pun ikut merasakan apa yang dia rasakan saat itu juga
.orang-orang itu langsung bersiap-siap untuk memandikan ibunya dan
mensholatkannya, dan setelah itu, baru warga sekampung ardi pun pergi untuk
menguburkan ibu ardi.tokoh agama kampung ardi pun menasehati ardi agar tetap
bersabar menghadapi cobaan yang diberikan oleh allah SWT kepadanya .agar tetap
tabah mengahadapi cobaan ini.ardi ppun hanya bisa berdoa agar almarhumah ibunya
di ampuni dosanya yang telah dia lakukan dan mudah-mudahan di masukkan ke dalam
surga.dan sekarang ardi pun harus manjalani hidupnya sendiri.tak ada lagi yang
bisa dia lakukan selain memenuhi kebutuhan hidupnya agar bisa tetap bertahan
hidup.Ardi pun memutuskan untuk pergi merantau ke negeri orang untuk mencari
pekerjaan yang layak.
Saat itu juga ardi menyiapkan dan
juga merapikan pakaiannya,ardi pun langsung menuju stasiun kereta menuju kota
tempatnya merantau.dia pun memutuskan untuk pergi ke ibukota jakarta,dengan
harapan dia akan mendapatkan pekerjaan yang layak.seiring dengan masuknya
kakinya ke dalam gerbong kereta,dengan itu juga ardi menanamkan tekadnya untuk
mencari dan menentukan masa depannya.perjalanan pun dia tempuh kira-kira selama
2 jam lamanya perjalanan.masa depan ardi pun di tentukan dari hari itu.hari
yang mengawali kehidupannya sendiri.sekarang segala sesuatu di tentukan di
tangannya sendiri tanpa ada camour tangan orang lain.
Akhirnya,setelah menempuh perjalanan
selama dua jam ardi pun sampai di jakarta.kota yang mana dia anggap menjadi
harapan terakhirnya untuk menopang kehidupannya.seraya ardi pun terkaget
melihat kemegahan kota jakarta.kota yang selama ini hanya bisa dia lihat dari
layar kaca,sekarang dia sudah bisa manginjakkan kakinya di atas kota
tersebut.seribu harapan pun terpampang di dalam kalbu ardi.dengan harapan
perantauannya ke Jakarta tidak sia-sia. Hari itu pun menjadi saksi bisu dimana
seorang anak laki-laki merantau untuk menopang kehidupannya.target pertama ardi
adalah mencari tempat pekerjaan yang layak dan juga bisa menghasilkan uang yang
cukup untuk kehidupan sehari-harinya.perusahaan demi perusahaan pun di
datanginya.dengan bermodalkan ijazah SMAnya dia meberanikan diri untuk
melamarkan dirinya.tapi mungkin hari itu bukan hari keberuntungan ardi,jadi,tak
ada satupun perusahaan yang telah ia lamar yang menerimanya.mungkin karena
karena tempat yang dia datangi tidak membutuhkan tenaga kerja lulusan dari
daerah lain selain dari Jakarta. Sambil menghapus lelah dan rasa penat setelah
berjalan mencari tempat kerja. Sembari Ardi pun beristirahat di musholla sambil
melaksanakan sholat ashar. setelah melaksanakan sholat ashar ardi pun berbaring
sambil mengkhayalkan masa lalunya.dia mengkhayalkan masa-masa di saat kedua
orang tuanya masih ada dan dalam keadaan sehat.saat itu kehidupan ardi belum
seperti saat ini.karena sang ayah yang berprofesi sebagai seorang petani dan
juga memiliki bisnis sampingan yang cukup banyak.dengan uang hasil dari kerjaan
sang ayah keluarganya pun bisa hidup layaknya orang lain.sambil berkhayal air
mata ardi pun keluar tanpa sadar.sekarang ardi baru sadar betapa pentingnya
kasih sayang seorang orang tua.kasih sayang yang tak terhingga .bagaikan sinar
mentari yang tak pernah lelah untuk menyinari dunia ini.meskipun ,kadang sering
disakiti.dia tak pernah merasa dendam kepada siapapun yang menyakitinya.
Akhirnya,hari esoknya setelah sholat
subuh tepat Ardi pun melanjutkan perjalanannya.langkah demi langkah,Ardi pun menyusuri luasnya ibukota Indonesia ini. Hari itu juga Ardi baru merasakan susahnya mencari lapangan
pekerjaan,dan juga barbagai macam usaha khalayak untuk mencukupi kebutuhan
hidup mereka.tapi dengan melihat itu ardi pun merasa termotivasi. dengan keberanian
perusahaan demi perusahaan pun dia datangi,pabrik demi pabrik dia
masuki.sebanyak pabrik yang ia masuki,sebanyak itu pula tolakan dan cacian dia
dapatkan.tapi,ardi tidak pernah berputus asa.karena,ardi percaya dibalik segala
kesulitan ini. Pasti allah memberikan cahaya di akhirnya.dan ardi juga percaya
bahwa allah tidak akan pernah lupa dengan hambanya yanga selalu dekat
dengannya.maka dari itu,ardi tidak pernah lupa untuk meluangkan sedilit
waktunya untuk sholat dan juga berdzikir kepada allah di masjid atau musholla
yang ia temui di perjalanannya.setelah melaksanakan sholat Ardi pun memulai
lagi perjalanannya.di tengah perjalanan Ardi mendapatkan selembaran brosur
berisikan lowongan pekerjaan untuk menjadi seorang pekerja bangunan di salah satu
proyek gedung perkuliahan di universitas ternama di Jakarta. Ardi pun mengikuti
syarat yang di butuhkan oleh perusahaan tersebut.dan setelah itu juga ardi pun
pergi menuju alamat yang tertera di brosur yang dia dapatkan.Ardi melamarkan dirinya di proyek yang dia datangi itu.dan dengan senang hati pihak
proyek pun menerimanya dan memberikan deadline waktu kerja tiap harinya.ardi
pun pulang dengan hati senang dan gembira,ardi pun meluapkan kegembiraannya
dengan berterima kasih kepada Allah dan juga tidak lupa dia mendoakan kedua
orang tuanya agar diberikan keselamatan di dunia dan akhirat dan agar di ampuni
dosanya.Ardi tertidur pulas setelah melaksanakan sholat hingga datang waktu
subuh.bagian ta’mir masjid pun membangunkannya untuk melaksanakan sholat subuh
berjamaah.
Setalah melaksanakan sholat subuh Ardi pun di panggil oleh Imam sholat subuh itu dan menanyakan tentang
dirinya. Dia menanyakan dimana tempat tinggal Ardi dengan terbata-bata dia pun
menjawab pertanyaan imam itu dan mengatakan"Saya tidak punya tempat tinggal,karena saya belum mempuyai uang untuk menyewa tempat tinggal.".imam itu pun
merasa kasihan dengan Ardi dan menyarankan agar Ardi tinggal di musholla itu
untuk menjadi remaja mesjid di tempat itu.dengan senang hati Ardi pun menerima
tawaran imam itu dan seraya Ardi di antarkan ke kamarnya oleh imam itu. Ardi pun
merasa lega karena telah mendapatkan tempat tinggal dan juga telah mendapatkan
pekerjaan yang layak dan halal untuk dirinya.

0 komentar