BUMI : PLANET ANARKI

Wednesday, January 27, 2016

Sebagai warga negara yang baik, sudah seharusnya bagi kita untuk mematuhi dan mentaati peraturan yang ditentukan oleh negara kita. Layaknya seorang budak, kita sebagai warga negara harus patuh kepada sang pemimpin. di dalam Al-Qur'an pun telah dituliskan bahwasanya kita harus patuh kepada pemimpin kita, seburuk apapun ia. Keseharian yang anarki menyebabkan terjadi banyak pertentangan antara pemimpin dan rakyatnya.

Sebenarnya, terkadang kita masih bingung. Di planet apa kita tinggal sekarang ?. Mungkin mereka yang tidak mau berfikir, dengan mudahnya menjawab "Bumi". Tapi, coba kita telaah lagi. Apakah dengan keadaanya yang seperti sekarang ini, Bumi masih bisa dikatakan tempat tinggal ?. Peperangan terjadi dimana-mana, konflik antara suku bangsa sudah melupakan hal yang lumrah. Pembunuhan dan pencurian pun sudah menjadi tontonan sehari-hari.


Kedamaian dan ketenangan di Bumi itu ada, tapi tidak bertahan lama. Semua orang pasti mengejar kepentingan masing-masing. Kekuasaan individu pun menjadi tujuan utama dalam kehidupan. Semua orang itu bagaikan dua sisi mata uang, di satu sisi baik dan sisi lainnya jahat. Tapi, dibalik itu semua segala sesuatu kembali pada pemimpin. Pemimpin yang buruk akan menghasilkan pemerintahan yang buruk pula. Banyak kita saksikan negara yang berhasil dan maju dikarenakan pemimpin yang bijak dan adil.

Kehidupan akan berputar secara terus menerus. Dan bisa dipastikan semua kekacauan ini akan berlanjut pula. Selama roda kehidupan masih berputar, selama itu pula kejahatan dan keburukan akan berjalan. Segala sesuatu di muka Bumi ini dicampur tangani oleh mereka para petinggi negara. Kasus yang sering kita lihat, contohnya pembakaran hutan. Kita sebagai masyarakat biasa memandang hal tersebut sebagai hal yang biasa saja. Bagi mereka para petinggi, pembakaran itu bersifat lain. Di dalamnya terkandung unsur kepentingan mereka.


Kembali lagi kepada pokok pikiran kita. Masih layakkah planet ini disebut tempat tinggal ?. Masih layakkah kita disebut makhluk sosial ?. Jawaban dari semua pertanyaan diatas tak ada pada kita. Tapi, ada pada mereka para pelaku pembakaran hutan, pelaku korupsi, pembunuh dan juga pelaku hal-hal buruk lainnya. Kesadaran mereka adalah kemerdekaan kita semua. 

You Might Also Like

0 komentar

Like us on Facebook

Flickr Images

Subscribe