AGAMA SEBAGAI PANDANGAN HIDUP

Tuesday, February 02, 2016

Sebagai makhluk yang dinobatkan sebagai khalifah di dunia ini, manusia adalah makhluk paling mulia dimata Tuhan. Diberi kepercayaan untuk memiliki hawa nafsu, yang mana tidak dimilki oleh makhluk lain di muka Bumi. Sejak kita dilahirkan ke dunia ini, amanat pun sudah ada di punggung kita. Kemakmuran dan kedamaian dunia adalah tanggung jawab seorang khalifah. Meskipun banyak yang tidak mampu untuk memikul amanat tersebut, Tuhan tidak akan pernah mengambil gelar khalifah dari manusia.

Kehidupan kita di dunia ini penuh dengan ego. Terdapat motif tertentu dibalik segala sesuatu yang dikerjakan. Kerjasama antara satu orang dengan yang lainnya pun bermotifkan kepentingan individu demi tercapainya kekuasaan. Pandangan seperti itu adalah milik para kaum realis. Banyak ditemukan prespektif dan pandangan-pandangan yang telah dipengaruhi oleh pemikiran barat di era ini. Sehingga tidak sedikit dari mereka yang menggunakan perspektif tersebut dalam kehidupna mereka. Seiring berkembangnya zaman, pemikiran barat mulai menyebar dan menggerogoti otak manusia di seluruh penjuru dunia.

Inti dari semuanya adalah materi. Pandangan barat memandang materi sebagai bentuk kekuasaan dan derajat yang tinggi. Mereka mencetak uang dan pada akhirnya mereka bangga memiliki uang. Kemudia uang tersebut layaknya dewa dikehidupan mereka. Perilaku seperti ini telah banyak kita temukan di sekitar kita. Para koruptor misalnya, karena salah memilih pandangan hidup, mereka dibutakan oleh materi berupa uang. Materi menjadi inti dari semuanya, tergantung bagaimana kita mengatur dan mengolah hal tersebut.

Islam datang membawa perubahan dan menjadi lampu pijar didalam kegelapan. Ditengah-tengah kehancuran dunia, Islam ahdir membawa pandangan hidup baru. Dengan inti yang tidak jauh beda, yaitu materi. Tapi, dalam pandangan islam, materi tidak semena-mena menjadi patokan dalam hidup. Ridho ilahi adalah patokan utama dalam Islam. Sepeti halnya pemikiran barat, materi diciptakan oleh manusia dan berperan penting daam kehidupan. Islam memandang materi bukan sebagai raja, tapi sebagai sarana penyambung tali persaudaraan. Kita ambil kasus antara orang kaya dan miskin. Si kaya memberikan materi kepada si miskin, maka dari itu si miskin menghormatinya dan terjalinlah persaudaraan antara keduanya.

Pada dasarnya, kepuasan adalah penopang kehidupan. Mereka para penganut ideologi barat memnadang bahwa individu harus menjadi kuat agar kehidupan ini damai. Maka dari itu, adu kekuatan antara satu sama lain pun dipertontonkan. Tak akan pernah ada kata puas dan mengalah dipikiran mereka, yang ada hanyalah ego dan keinginan unutk terus menjadi kuat dari yang lainnya. Islam mengajarkan kita agar selalu merasa puas akan segala hal yang ada. Menjadi kuat dalam kehidupan adalah wajib, agar kita bisa bertahan hidup. Tapi dalam Islam, kepuasan adalah hal utama yang ditanamkan. Hal terpenting bagaiman dalam kehidupan mendapatkan ridho ilahi.

You Might Also Like

0 komentar

Like us on Facebook

Flickr Images

Subscribe