UNTUK MEDIA DAN SAUDARAKU PALESTINA

Wednesday, April 27, 2016

sepatah kata cintaku untuk saudaraku, Palestina

Cucuran darah, mayat yang berhamburan, dan banyak lagi tragedi sadis yang menimpa saudara kita, Palestina. Dunia ini seakan tuli dan buta  disaat menerima dan mendengar berita tentang saudara kita yang tersiksa di Palestina. Tidak bisa dipungkiri lagi bahwasanya dominasi organisasi hitam sangat kuat di dunia internasional dewasa ini, yang memungkinkan mereka memberikan doktrin jahat kepada umat manusia.

Media dewasa ini sudah tidak bisa lagi dijadikan pedoman, bagaimana tidak, tak perduli berita benar atau bohong, tanpa tersaring, masuk dan ditayangkan bergitu saja. Uang adalah segalanya, hanya itu yang bisa diungkapkan untuk keadaan dunia sekarang ini. Hanya selembaran uang kertas, tapi bisa menjadikan manusia memeras dan berperilaku keras pada saudaranya sendiri.  Itulah dunia, berjuang dan terus berdiri tegak adalah suatu keharusan bagi kita para pejuang diri.

Sekian kilometer kita dipisahkan dengan Palestina, tapi sebagai sesama manusia, kita masih bisa merasakan sakit yang mereka alami, meskipun tidak separah kenyataannya. "Bodoh amat !", ungkapan yang kiranya keluar dari mulut media apabila menerima berita tentang Palestina. Kenyataan yang pahit pastinya, untuk diri kita, dan pastinya untuk Palestina. Bilamana diberikan kesempatan untuk berpendapat, hanya satu kata, "Untuk apa ada media televisi, kalau didalamnya hanyalah kebohongan".


Apalah daya kami wahai petinggi negara, yang tak punya uang untuk membantu Palestina. Hanyalah doa yang bisa kami kirimkan kepada mereka, dengan harapan Tuhan mendengar semuanya. Sekaligus harapan kami pada para petinggi negara untuk kelapangan dada, sembari membantu saudara kita, Palestina. Ingat !, ini bukan masalah agama, tapi masalah hak asasi, semua manusia berhak hidup tenang tanpa gangguan. Dimana mereka yang sering berkoar tentang HAM ?, semua yang terjadi di Palestina adalah penyiksaan, mengapa tak ada yang bertindak ?


Kita tidak tahu pasti, apakah para pembunuh di Palestina adalah manusia. Apabila mereka memang manusia, setidaknya gunakan hati dan nurani saat bertingkah. Salah satu ciri manusia adalah mempunyai hati, apakah mereka manusia ?. Tolong !, ini bukanlah dongeng semata, ini adalah kenyataan yang terjadi didepan mata. Bangunlah dari tidur kalian, dan saksikan saudara kita yang tertidur dibawah tumpukan runtuhan bangunan.

You Might Also Like

0 komentar

Like us on Facebook

Flickr Images

Subscribe