ANDAI SAJA
Wednesday, October 05, 2016Disaat tidur melelapkanmu
Doa dipanjatkan sepanjang malam
Ketika panggilan subuh mulai terdengar
Suara hilang dunia pun senyap
Indah bagaikan bunga
Terang bak sang purnama
Dirimu adalah semerbak mawar senja
Menemani doa di penghujung hari
Berharap sapa dan tawa itu lagi
Menjadi penyemangat, katanya !
Keringat tak terasa berjatuhan
Bersama air mata diakhir sujud
Disaat mereka bertanya tentang cinta-Nya
Kubilang ini seluas samudera
Hendak kau ukur dengan apapun
Apalah daya tak akan bisa
Kau bunga yang selalu mekar
Harummu tak hilang sepanjang hari
Senyummu adalah mentari pagi
Selalu saja memberi semangat
Kusebut dirimu sebagai malam
Karena engkau adalah bintang
Kau adalah sunset yang indah
Takkan ada yang lupakanmu
Mereka telah salah dalam mengartikan
Tentang arti sebuah keindahan
Apakah kata cinta harus dengan dosa ?
Dan nyatanya inilah fenomena era ini
Andaikan saja kau tahu
Bahwa bunga akan abadi bila tak tersentuh
Niscaya dirimu takkan pernah rela
Dipetik oleh insan yang tak berhak
Sayangnya kau relakan keindahanmu
Habis termakan waktu dan terbuang
Hilang tergusur ombak globalisasi
Yang tak pernah jelas arah tujuannya
Coba kau lihat, apa kekuranganmu ?
Rembulan pun digunakan sebagai permisalan
Bahkan bunga sebagai simbol keindahanmu
Kau hanya salah dalam langkah
Yang Maha Cinta pasti tahu
Tentang siapa pemilik bunga itu
Masihkah kau ragu dengan-Nya ?
kun fayakun maka jadilah !
Penantian panjang untuk sebuah kepastian
Bukannya hal palsu berasas mahabbah
Jikalau sabar ialah bukti takwamu
Istiqomah pun kewajibanmu
Cukuplah rasa ini hanya pada-Nya
Biarkan hal ini menjadi rahasia-Nya
Kita hanya perlu panjatan doa
Tetap jalani status hambamu
0 komentar