#11 (PENCELA)

Wednesday, March 01, 2017



Untuk mereka para penyiksa
Yang selalu saja bohongi massa
Berbicara santai  tak ada dosa
Lalu, pergi tinggalkan sisa
Sembunyikan kebenaran lalu ditukar
Kejahatan meluas masyarakat terkapar
Dibawah jembatan tak kuat menahan lapar
Pipi kusut paru-paru melebar
Karena uang telah meraja
Hingga hati keras bak baja
Mereka senyum dan hidup sahaja
Di jalanan, para pengamen tetap bekerja

Melodi indah kedamaian
Akankah terlupa hilang terhapus kebiadaban
Atau mungkin datang kesengsaraan
Akhirnya nada tak kedengaran
Memang tega sekali mereka
Jadikan hari seperti neraka
Sedang mereka, tak takut murka
Mata tertutup uang tanda mala petaka
Dijalanan pemulung memikul karung
Menyusuri jalan ibukota, murung
Para pengamen duduk termenung
Mengadu nasib bermodal kentrung
Suara-suara terdengar ramai
Menuntut hak meminta damai
Di dalam sana mereka duduk abai
Terungkap sudah jahat perangai
Rasa hati ingin menangis
Tak tahukah bahwa negeri meringis
Masyarakat mulai miris
Mereka tetap santai pelintir kumis
Jas indah menawan
Wajah ganteng rupawan
Bau parfum semerbak tak tertahan
Sayangnya, kalian bukan kawan
Tak selamanya kita musuh
Tak selamanya kita rusuh
Meski kadang berita riuh
Sabar akan selalu tumbuh

You Might Also Like

0 komentar

Like us on Facebook

Flickr Images

Subscribe