#17 (TAUBAT)
Thursday, April 13, 2017
Manusia berencana dan Tuhan mengatur. Konsep hidup yang sudah tersusun dengan rapi. Bagi para hamba, percaya dengan ketentuan Tuhan adalah suatu keharusan, meskipun masih banyak juga yang belum percaya. Perkara demi perkara sudah ditentukan, mulai dari kecil hingga besar. Bahkan daun jatuh sekalipun sudah ditulis, kini tinta telah habis.. Dengan artian takdir telah ditentukan. Bukan berarti tak akan berubah, Tuhan melihat usaha hambanya. Karena takdir bisa berubah disebabkan oleh perilaku.
Hari ini, entah dibelahan dunia mana. Ada yang sedang berfoya-foya. Berpesta menghamburkan uang. Hari ini, entah di belahan dunia mana. Ada yang sedang bersedih. Berlinang air mata dengan bermacam-macam sebab. Tak ada yang tahu apakah mentari esok pagi masih terlihat. Lalu, apa yang terlintas di kepala mereka, para penghambur uang, para pencuri, para penista. Kapan mereka akan bertaubat ?. Kelak tangisan pun akan dipertanggungjawabkan, untuk apa tangisan tersebut. Apa gunanya menangis tapi dibaliknya terselubung kebohongan ?.
Ada yang sengaja diangkat setinggi-tingginya, ada yang sengaja diberi kehormatan awalnya. Tuhan tahu apa yang pantas untuk mereka. Jika tak ada rasa dan keinginan untuk bertaubat, tunggulah waktunya !. Biarkan perbuatan yang berbicara, biarkan fakta yang berbicara. Manusia akan menanggung apa saja yang diperbuat di depan Tuhannya. Hanya dua, surga dan neraka. Jika baik, kenikmatan surga berhak untuknya. Jika buruk, kejahatan neraka akan menerkamnya. Tinggal memilih, kenikamtan sesaat atau abadi ?.
Tuhan pasti memberi ampunan, dan sebaik-baiknya hamba adalah yang paling sering memohon ampunan. Dosa sekecil apapun akan dihitung, begitu juga amal baik. Pepatah mengatakn "tak ada gading yang tak retak", tak ada yang luput dari salah. Bahkan seorang bijak sekalipun. Untuk sekian kalinya, sebagai sesama ciptaan Tuhan. Marilah saling mengingatkan dalam kebaikan. Jadilah tameng pelindung untuk saudaramu, jika ia salah benarkan, jika ia benar dukung lah.

0 komentar