#30 (KAWAN)
Saturday, September 16, 2017
Pergi, menghilang, jangan kembali lagi
Beranjak, berdiri, lari sejauh-jauhnya
Pergilah, bilamana masih kau rasakan sepi dalam keramaian
Beranjak, saat kenikmatan belum bisa kalahkan kepenatan
Beranjak, berdiri, lari sejauh-jauhnya
Pergilah, bilamana masih kau rasakan sepi dalam keramaian
Beranjak, saat kenikmatan belum bisa kalahkan kepenatan
Sebelumnya, selamat datang, kawan
Ingat baik-baik, tak ada yg luput dari dosa
Wajar saja, tatapan, sentuhan, bahkan khayalan pun mengandung dosa
Lantas, bagaimana menghindarinya ?, Entahlah
Ingat baik-baik, tak ada yg luput dari dosa
Wajar saja, tatapan, sentuhan, bahkan khayalan pun mengandung dosa
Lantas, bagaimana menghindarinya ?, Entahlah
Lampu kuning diatas meja tenggelamkanku dalam samudera buku
Lembaran demi lembaran kubuka, tanpa henti ku berkahayal
Halaman demi halaman kulewati, tanpa henti ku lanjutkan
Tanpa sadar, apa yang kubaca, persis seperti yang kualami
Lembaran demi lembaran kubuka, tanpa henti ku berkahayal
Halaman demi halaman kulewati, tanpa henti ku lanjutkan
Tanpa sadar, apa yang kubaca, persis seperti yang kualami
Ia berkata, "cinta bisa menyembuhkan luka"
Tak salah, tak benar juga. Karena fakta, ku berkata
Beberapa orang terobati, dari sakit hatinya
Dan banyak orang, terluka karenanya
Tak salah, tak benar juga. Karena fakta, ku berkata
Beberapa orang terobati, dari sakit hatinya
Dan banyak orang, terluka karenanya
Jangan asal tuduh, sebelum punya bukti
Jangan asal hakimi, sebelum kau alami
Yakin !, tak ada satupun yang tak pernah merasa
Tapi, hanya segelintir yang bisa mengontrol. Itu bukan aku
Jangan asal hakimi, sebelum kau alami
Yakin !, tak ada satupun yang tak pernah merasa
Tapi, hanya segelintir yang bisa mengontrol. Itu bukan aku
Ada dia yang belum paham sepenuhnya
Memaksakan kehendak seenaknya, tanpa pikir panjang
Akhirnya, ia sakit. Terisak, terhina, tentu putus asa
Tak usah urus orang lain, urusanmu lebih banyak
Memaksakan kehendak seenaknya, tanpa pikir panjang
Akhirnya, ia sakit. Terisak, terhina, tentu putus asa
Tak usah urus orang lain, urusanmu lebih banyak
Perlahan kubuka lembaran baru
Buku itu sudah kusam, tapi masih bagus nampaknya
Sejenak kuberhenti, ada tulisan lagi
Ingin kulanjut, bait itu menjelaskan segalanya
Buku itu sudah kusam, tapi masih bagus nampaknya
Sejenak kuberhenti, ada tulisan lagi
Ingin kulanjut, bait itu menjelaskan segalanya
"Banyak hal bodoh di dunia ini dilakukan karena cinta". Ia berkata
Ternyata, dugaanku benar selama ini
Semua hal bodoh disebabkan oleh kurang paham
Kurang mengerti, apa sebenarnya esensi dibalik perbuatannya
Ternyata, dugaanku benar selama ini
Semua hal bodoh disebabkan oleh kurang paham
Kurang mengerti, apa sebenarnya esensi dibalik perbuatannya
Jika hanya ingin menyenangkan seorang hamba yang tak jelas statusnya
Kurasa, ia harus belajar lagi. Belajar menghargai dirinya
Ia harus lebih pandai lagi. Pandai memetakan hal penting
Dia hanya pura-pura bodoh, padahal, ada yang lebih penting untuk dibahahagiakan
Kurasa, ia harus belajar lagi. Belajar menghargai dirinya
Ia harus lebih pandai lagi. Pandai memetakan hal penting
Dia hanya pura-pura bodoh, padahal, ada yang lebih penting untuk dibahahagiakan
Kawan, kita ini sama. Tak lain hanya ciptaan
Aku jahat, belum tentu kau jahat
Aku baik, mungkin saja kau juga baik
Kawan, dirimu penting, maka lihatlah hal penting disekitarmu
Aku jahat, belum tentu kau jahat
Aku baik, mungkin saja kau juga baik
Kawan, dirimu penting, maka lihatlah hal penting disekitarmu
Jangan ikuti mereka, juga aku. Orang-orang yang berjalan tanpa tujuan
Lihatlah kami ini, kawan, kawanan boneka peradaban.
Lihatlah kami ini, kawan, kawanan boneka peradaban.
0 komentar