#47 (RANTAU)
Tuesday, November 21, 2017
Beberapa hari yang lalu, aku kembali mengirImkan naskah ke penerbit. Pasalnya, kiriman sebelumnya belum juga mendapat balasan selama kurang lebih tiga bulan, dan bisa dipastikan ditolak. Aku mulai memperbaiki lagi, mengedit kata-kata yang kiranya boros dalam pemakaian. Permulaan selalu saja sulit, apapun itu. Aku punya impian, dimana nantinya tulisanku bisa dikenal dan dibaca banyak orang. Karena, secara tidak langsung, aku bisa mengamalkan ilmu. Semudah dan sesimpel itu impianku, maka, apapun akan kulakukan untuk menjadikan mimpiku jadi nyata.
Kukira cukup ngomong bijaknya. Oh, iya, aku ingin menceritakan salah satu tokoh dalam buku ku. Sebelum itu, akan kujelaskan terlebih dahulu, seperti apa model buku ku kelak. Nantinya, aku berharap setelah membaca, kalian bisa mendapatkan banyak pelajaran, tentang pendidikan di dunia ketiga, kehidupan, juga pentingnya menjaga lingkungan, garis besarnya seperti itu. Dan mungkin masih banyak lagi intisari yang bisa kalian dapatkan nantinya. Maka dari itu, mohon doakan agar naskah ku diterima oleh penerbit. Amiin !. Aku tidak pernah berpikir dengan menjadi penulis akan menjadi seorang kaya, tidak sama sekali. Menjadi orang yang berguna, itu saja impianku.
| ada pemandangan indah disana, mari ikut denganku !. |
Namanya Rantau, seorang pria yang berasal dari Negeri Dongeng. Disaat teman-temannya putus asa dan lebih memilih menjadi nelayan, Rantau berbeda, ia ingin lebih. Masyarakat di daerahnya mayoritas bekerja sebagai nelayan, bila laut sedang tidak bersahabat, mereka berkebun. Rantau pun demikian, membantu orang tuanya dalam segala hal. Tapi, dengan dorongan dari sahabatnya, Ibal, ia memutuskan untuk keluar dari daerahnya untuk mengejar impiannya. Daerah tempatnya merantau bernama Negeri Modern, tempat yang sangat berbanding terbalik dengan kampung halamannya. Tak ada sosialisasi disana, sungai berwarna hitam, polusi udara dimana-dimana. Setelah beberapa lama tinggal di rumah Pamannya, ia mulai berkeliling dan bertemu dengan seorang wanita bernama Astrid.....
Mungkin sampai disitu dulu, artikel selanjutnya akan ku perkenalkan siapa itu Astrid. Yang terpenting ia wanita. Sampai sudah pada akhir perjumpaan. Ada yang ingin kukatakan, sobat, kejar mimpimu sejauh mungkin, karena perjuangan akan dibayar dengan hasil yang memuaskan. Selama mimpimu masih melayang didalam otakmu, selama itu pula kau akan hidup dalam ketidakpastian. Maka, tarik mimpimu ke dunia nyata dan nyatakan. Salam benhum !, Salam damai. Wassalamualaikum.
0 komentar