Pantai Taipa: Pesona Yang Terlupakan

Monday, August 19, 2019



Let's Go!
Tempat baru selalu memberikan cerita dan pengalaman baru. Hal itulah yang saya rasakan ketika mengunjungi Pantai Taipa. Mungkin, bagi sebagian orang pantai ini sudah sangat familiar. Tapi, tidak untuk saya. Setelah bertahun-tahun  menjadi pendengar yang baik, akhirnya saya memutuskan untuk mengunjungi sekaligus membuktikan seindah apakah Pantai Taipa itu.

1. Lokasi


Pemandangan Pantai Taipa
Pantai Taipa sendiri berada tepat di Kecamatan Lembo Kabupaten Konawe Utara. Yang menjadikan pantai ini menarik adalah lokasinya yang langsung berhadapan dengan laut banda, yang merupakan salah satu laut terdalam di Indonesia. Dibutuhkan waktu kurang lebih tiga jam dari Kota Kendari. Lamanya jarak tempuh diakibatkan kondisi jalan yang kurang baik.


2. Keadaan


Tebing Tinggi, Icon Pantai Taipa
Pantai Taipa sendiri terbilang asri dan sejuk. Dalam perjalanan menuju pantai kita akan disuguhi dengan perumahan warga yang berjejer rapi. Pokoknya, mata kita akan dimanjakan dengan pemandangan yang sangat indah. Setelah masuk, saya sangat merekomendasikan untuk mengambil tempat paling ujung sebelah kiri. Tepatnya berdekatan dengan tebing yang tinggi menjulang. Kenapa? karena menurut saya disanalah icon dari Pantai Taipa. Suasana pantai masih sangat sunyi ketika saya datang. Mungkin saja karena saya datang terlalu larut malam :) Saya datang tepat pukul sebelas. 

Berkemah Di Malam Hari
Pantai Taipa adalah pantai dengan pasir berwarna hitamdan juga air laut yang sangat jernih. Ombaknya lumayan kuat, tapi tidak berbahaya sama sekali. Karena saya datangnya pada malam hari, jadi tidak dikenakan biaya masuk. Di loket pembayaran sendiri tidak saya temui seorang pun yang menjaga. Iya, saya juga sangat merekomendasikan pantai ini untuk kegiatan camping dsb. Asalkan tetap menjaga kebersihan.


Perjalanan Menuju Teluk
Bukan hanya itu, Pantai Taipa juga menyimpan surga tersembunyi dibalik tebing tingginya. Untuk sampai kesanadiperlukan tenaga yang cukup ekstra. Pasalnya kita harus menaiki tebing karang dengan kemiringan yang cukup curam. Saya anjurkan untuk menggunakan alas kaki. Pasalnya bebatuan karang sangat tajam dan bisa mengakibatkan cedera pada kaki. Ketika sampai dibalik tebing kita akan menemukan pantai berpasir putih dengan air yang tenang. Keindahannya semakin memukau dengan adanya batu karang besar. Biasanya disanalah para pengunjung mengabadikan beberapa momen foto.


Pemandangan Karang dan Pasir Putih

3. Lain-lain


Sampah Yang Berserakan
Sama halnya dengan manusia yang tak pernah luput dari salah. Menurut saya, pantai pun begitu, tak pernah luput dari sampah. Sepanjanng pesisir pantai masih saya temukan sampah yang berserakan. Sebisa mungkin saya mengumpulkan satu demi satu sampah lalu membakarnya. Kegiatan ini seirngali saya lakukan ketika berkunjung ke tempat-tempat wisata. Saya rasa hal itu adalah kewajiban kita sebagai manusia. Allah sudah memberikan kita alam yang indah, kewajiban kita hanyalah menjaganya.  Adapun asal sampah tidak diketahui dengan pasti. Saya husnudzhon kalau sampah-sampah yang berserakan adalah sampah yang terdampar akibat dorongan ombak. Pada akhirnya kita harus sadar bahwa kita hidup dibagian bumi terindah. Cara terbaik untuk mensyukurinya adalah dengan tetap menjaga dan melestarian seluruh keindahan itu. Agar kelak anak cucu kita tetap bisa menikmatinya. 

Ingat kawan! hidup akan selalu memberikan kita estimasi dan tujuan yang tak terduga. Tapi sebaik-baiknya tujuan adalah pulang dengan selamat. 

You Might Also Like

0 komentar

Like us on Facebook

Flickr Images

Subscribe