PENGORBANAN HUJAN
Friday, November 27, 2015
Mungkin ada sebagian orang yang mengatakan bahwasanya hujan tak berarti apapun. Tak pernah terhiraukan oleh mereka. Padahal, ada banyak hal yang akan kita temukan apabila kita mempelajari secara teliti tentang filosofi hujan. Seperti yang kita ketahui, tuhan menciptakan segala sesuatu di dunia ini mempunyai manfaat unutk makhluk-makhluk sekelilingnya. Misalnya saja rumput. Selain digunakan sebagai makanan ternak, rumput juga menjadi pelengkap keindahan alam. Warnanya yang beragam dan khas. Seakan menari kekiri dan kekanan saat terkena hembusan angin.
Kembali lagi kehujan. Kita akan mengetahui makna dari sesuatu, apabila kita memahami hal tersebut secara mendalam. Mungkin bagi mereka yang belum paham, hujan hanyalah tetesan air yang jatuh dari langit. Terkadang hujan juga membawa bencana untuk lingkungan sekitar kita. Tapi, dibalik tetesan-tetesan tersebut. Darinya kita bisa belajar arti pengorbanan. Hujan rela mengorbankan diri mereka jatuh ketanah, demi menyuburkan tanah. Meskipun tidak pernah mendapatkan balasan, hujan tidak pernah merasa malu untuk selalu menetes dan membantu alam.
Sangat jarang sekali kita temukan. Apalagi di era globalisasi ini. Orang yang membantu, tapi tidak meminta balasan. Sangat jarang sekali yang menganut sifat hujan, bekerja dengan keikhlasan. Karena, dalam hidup ini, bukan masalah apa yang telah kita dapatkan, tapi apa yang telah kita berikan. Kita tidak perlu mengharapkan balasan saat membantu orang. Karena segala sesuatu yang kita lakukan di dunia ini, telah disaksikan oleh sang pencipta. Semua yang kita lakukan dengan ikhlas, akan dibalas dengan balasan yang setimpal.
Terkadang tetesan hujan tidak selalu berdampak positif bagi kehidupan kita. Tapi, hujan juga mempunyai dampak negatif. Banyak kita saksikan di kehidupan sehari-hari, bencana alam seperti banjir, longsor dll yang disebabkan oleh turunnya hujan. Bencana yang kadang merenggut nyawa banyak orang. Seharusnya kita sadar, bahwasanya bencana yang terjadi diakibatkan oleh tangan kita sendiri. Banyak dari kita yang merusak inventaris alam. Sehingga hujan pun marah dan memberi kita peringatan, agar kita memperbaikinya kembali.
Hiduplah layaknya hujan. Bekerja tanpa pamrih. Memberi tanpa mengharapkan balasan. Balasan yang sesungguhnya bukanlah yang terlihat oleh panca indera, tapi, balasan yang diberikan oleh tuhanlah yang sesungguhnya. Marilah, kita sejenak terdiam dan membayangkan hal-hal baik. Membayangkan ciptaan sang pencipta yang maha agung. Segala sesuatu yang diciptakan pasti mengandung manfaat bagi makhluk-makhluknya. Salah satunya adalah HUJAN.


0 komentar