DUNIAKU SAAT INI
Wednesday, May 18, 2016Masih tersenyum seperti ini
Sama seperti dulu, dan selalu
Masih terpaku diam seperti ini
Mencoba bergerak, namun sulit
Cahaya itu masih saja terbit dari timur
Warnanya masih tetap seperti itu, keemasan
Dan disini ku duduk termenung menanti ia terbenam
Ditemani khayalan ambigu hari-hariku
Gemuruh itu selalu saja meledak
Asap hitam masih saja menggumpal
Air itu tetap menggenang pemukiman, dan
Peluru akan selalu beterbangan liar
Menanti pelangi yang indah
Ditengah perseteruan yang tak kunjung usai
Mengharap angin nan sejuk
Didalam dunia yang sungguh anarki
Seakan terhalang gerakku oleh bongkahan batu besar
Selangkah maju, dan tiga langkah mundur
Menyerah dan terkadang lelah
Ingin ku bertanya pada alam semesta ?
Andaikan ku punya sayap
Aku ingin melihat duniaku dari ketinggian
Mungkin, duniaku akan terlihat indah dari sana
Tapi sayang, itu hanya sebatas khayalan
Satu akan tetap menjadi satu
Jikalau orang-orang tak sadar bahwa dua itu ada
Menghitung mundur sama dengan bodoh
Maju dan berjuang adalah jawabannya
Apakah ini akan terus berlanjut ?
Peperangan ini seakan abadi
Rakyat tak berotak menyuarakan kedamaian
Ooops !, mungkin kebenaran menurut mereka
Berlabel putih dan bekonten kotor
Motif ini selalu ku temui setiap hari
Pertanyaan ku selalu sama
Apakah dunia tujuan akhirmu ?
Ini bukanlah dongeng belaka
Tapi telah ada didepan mata
Kau tahu, ini bukan lagi drama
Lebih !, ini lebih dari sekedar nyata
Seakan, kejahatan mendominasi duniaku
Leherku tak lupa mendongak keatas
Bertanya apakah Tuhan mendengar permohonanku
Ataukah aku kurang bersyukur ?
Terasingkan oleh orang asing
Padahal, ini tanah kelahiranku
Bingung, tapi mungkin ini nyatanya
Marah ?, tapi apa jabatanku ?
Huruf A tak lagi berakhiran Z
Karena, keburukan mereka itu abadi
Memutar fakta kehidupan, bahkan dunia
Berdalih cinta yang menyelubungkan kebencian
Aku yakin, hari itu akan datang
Dimana cinta akan menang dan tegak
Fadihat hitam akan terhapus
Genangan cela pun akan musnah
Apakah aku kurang bersyukur ?

0 komentar