SEMUANYA TENTANG MENUNGGU :)
Saturday, July 23, 2016
"Lahir, sekolah, bekerja, dan mati". Siklus hidup yang takkan mungkin berubah, dan telah teratur rapi. Arsitek dunia yang tak tertandingi, hingga pada akhirnya, beliau pun memanggil. Perhitungan dari nomer satu hingga sepuluh pun seperti itu, simple. Tapi tidak akan selalu berjalan lancar. Akan muncul berbagai pernyataan maupun pertanyaan disela-sela perhitungan. Begitulah perhitungan, layaknya hidup yang tak akan selalu mulus.
Usia mungkin bisa dijadikan acuan dari segalanya. Seiring dengan bertambahnya umur, pemikiran pun akan mengikut sedikit demi sedikit. Bukan berarti dengan bertambahnya umur kita akan selalu dewasa, tapi setidaknya membuat kita sedikit mengerti tentang keadaan. Dari sekian panjangnya perputaran umur manusia, masa remaja lah yang paling menentukan. Mulai dari pencarian jati diri, dan segala hal tentang masa depan, ditentukan saat remaja.
Berbicara tentang remaja, takkan luput dengan kata "cinta". Cinta sangat identik sekali dengan remaja. Mulai dari pacaran, backstreet, cinlok, dll, kita alami saat memasuki masa remaja. Sudah menjadi hal lumrah di era ini, melihat dua orang anak muda berjalan bersama, saling suap di rumah makan, bahkan bercumbu ditengah keramaian. Kita tidak punya hak untuk menyalahkan, karena prespektif cinta yang dianut oleh masing-masing orang berbeda-beda.
Tidak selamanya segala sesuatu yang lahir dari cinta adalah negatif, seperti yang kita saksikan sekarang. Lahir ke dunia, menjaga lingkungan, adalah contoh perbuatan positif yang dihasilkan dari timbulnya cinta. Tuhan tidak akan pernah mengutus hambanya untuk lahir kedunia kalau tak ada cinta, kelahiranmu adalah bukti cintanya terhadapmu. Maka dari itu, plizz, jangan sesekali memandang cinta dengan artian sempit.
Pada hakikatnya, kita semua telah tahu, bahwa laki-laki dan perempuan yang belum terikat secara halal, haram hukumnya untuk saling bersentuhan. Tuhan telah berjanji bahwa laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik. Mengapa kita masih ragu dengan janji Tuhan ?, mengapa tidak introspeksi diri ?. Bisa kita simpulkan, bahwa dibalik janji-Nya itu, Tuhan menyuruh kita untuk sabar menunggu. Ditengah-tengah penantian itulah kita memperbaiki diri.
Apabila memperbaiki diri adalah suatu kewajiban, apa boleh buat, mari kita lakukan !. Apabila menunggu adalah kewajiban, apa boleh buat, mari kita laksanakan !. Cukup sebagai teman, jangan pernah lebih. Inilah hal tersulit yang dihadapi remaja, ingatlah bahwa musuh yang paling sulit ditaklukkan adalah hawa nafsu. Perasaan cinta akan selalu menghantui, takkan pernah berhenti. Hingga tiba waktu yang tepat untuk bersatu, dan menunggu panggilan pulang :).
0 komentar