UNTUK TEMAN DAN SAHABAT
Monday, August 08, 2016
Asing, teman, dan sahabat, itu ku sebut siklus hidup. Kau spesial dan ini untukmu......
Ku selalu melihat dan mengawasimu
Ketika mentari mulai tersenyum dengan indahnya
Kukira kau adalah orang yang tepat
Untuk menemaniku memandangi mentari yang tenggelam
Kau adalah orang asing, awalnya
Ku tatap kau dengan sinis layaknya musuh
Mencoba tuk memanggil dan menyapa
Tapi sayang, kau adalah musuh perdanaku
Hari mulai bergulir dengan cepatnya
Hingga mawar itu kembali mekar, dan
Bunga sakura mulai berguguran dengan indahnya
Nihil, tak kutemukan satupun insan itu
Matahari pun telah terbit kembali
Kusosong masa depan dengan harapan
Hari ini kan kutemukan orang itu
Pribadi yang bisa mengerti semua curahanku
Sesekali ku menoleh dan ingin menyapa
Ada rasa takut tentunya, adakah balasan ?
Setelah sekian lama kumencari
Hari itu adalah hari terbesarku
Akhirnya kutemukan dirimu, orang itu
Yang kuyakini bisa menjadi naungan curhatku
Yang kupastikan bisa menjadi problem solving ku
Dan kuharap begitu, kau orang itu !
Musim pun berganti, seiring dengan berubahnya dirimu
Dengan datangnya orang itu, kurasa ini bukan dirimu
Kau tahu, "Kamu Tak Seasyik Dulu !"
Kuwajari itu dan kucoba untuk mengerti
Apakah kau sadar, kau kutunggu sekian lama !
Pencarianku terpaksa kuhentikan, waktu itu
Disaat kau balas senyumku dengan sapa dan tawa
Kurasa, kau memang asyik dan menarik
Haruskah kutanyakan pada rumput yang bergoyang
Tentang orang asing yang tiba-tiba datang dan merubahmu
Haruskah ku mengemis pada sang rembulan
Disaat kau tak lagi ada tuk temani hariku
Ini rahasiaku, ku peruntukkan untuk mu dan orang itu
Yang tiba-tiba masuk dalam ikatan persahabatan kita
Kuwajari tingkahmu, sudah banyak ku saksikan ini
Berubah dengan datangnya orang asing"
Satu hal yang ku sesali "Kamu Tak Seasyik Dulu !"
Kembali pada tingkah dan bentuk awalmu
Balas sapaanku dengan senyum dan tawa itu lagi
Jangan pernah ada alasan untuk kembali
Senyummu itu abadi, hingga nanti
Kuharap dan itu pasti akan terjadi
Kembali menjadi naungan masalahku
Meskipun orang itu telah hadir dalam hidupmu
Ku selalu melihat dan mengawasimu
Ketika mentari mulai tersenyum dengan indahnya
Kukira kau adalah orang yang tepat
Untuk menemaniku memandangi mentari yang tenggelam
Kau adalah orang asing, awalnya
Ku tatap kau dengan sinis layaknya musuh
Mencoba tuk memanggil dan menyapa
Tapi sayang, kau adalah musuh perdanaku
Hari mulai bergulir dengan cepatnya
Hingga mawar itu kembali mekar, dan
Bunga sakura mulai berguguran dengan indahnya
Nihil, tak kutemukan satupun insan itu
Matahari pun telah terbit kembali
Kusosong masa depan dengan harapan
Hari ini kan kutemukan orang itu
Pribadi yang bisa mengerti semua curahanku
Sesekali ku menoleh dan ingin menyapa
Ada rasa takut tentunya, adakah balasan ?
Setelah sekian lama kumencari
Hari itu adalah hari terbesarku
Akhirnya kutemukan dirimu, orang itu
Yang kuyakini bisa menjadi naungan curhatku
Yang kupastikan bisa menjadi problem solving ku
Dan kuharap begitu, kau orang itu !
Musim pun berganti, seiring dengan berubahnya dirimu
Dengan datangnya orang itu, kurasa ini bukan dirimu
Kau tahu, "Kamu Tak Seasyik Dulu !"
Kuwajari itu dan kucoba untuk mengerti
Apakah kau sadar, kau kutunggu sekian lama !
Pencarianku terpaksa kuhentikan, waktu itu
Disaat kau balas senyumku dengan sapa dan tawa
Kurasa, kau memang asyik dan menarik
Haruskah kutanyakan pada rumput yang bergoyang
Tentang orang asing yang tiba-tiba datang dan merubahmu
Haruskah ku mengemis pada sang rembulan
Disaat kau tak lagi ada tuk temani hariku
Ini rahasiaku, ku peruntukkan untuk mu dan orang itu
Yang tiba-tiba masuk dalam ikatan persahabatan kita
Kuwajari tingkahmu, sudah banyak ku saksikan ini
Berubah dengan datangnya orang asing"
Satu hal yang ku sesali "Kamu Tak Seasyik Dulu !"
Kembali pada tingkah dan bentuk awalmu
Balas sapaanku dengan senyum dan tawa itu lagi
Jangan pernah ada alasan untuk kembali
Senyummu itu abadi, hingga nanti
Kuharap dan itu pasti akan terjadi
Kembali menjadi naungan masalahku
Meskipun orang itu telah hadir dalam hidupmu

0 komentar