SEBAB AKIBAT
Sunday, August 28, 2016
Mereka menggaungkan beribu wacana...
Mereka mencanangkan beribu rencana...
Hingga mendatang kan berbagai bencana...
Dan akhirnya kita terbaring lemah dan hina...
Manusia akan selalu punya cerita
Tentang keburukan dan kebaikan yang terjadi
Manusia akan selalu punya alasan
Tentang sebab perilaku dan perihal mereka
Biarkan roda ini terus berputar
Hingga pada akhirnya cerita akan berakhir
Biarkan bumi ini terus berporos
Sampai tiba waktu manusia akan hilang
Hari ini, dan mungkin akan terus begini
Dunia akan selalu menutup mulut untuk kejahatan
Sunyi dan lengang seperti biasanya
Mereka tuli dan membisu dengan semuanya
Terlihat rintihan tangisan nan jauh disana
Kepulan asap, dan dentuman bom terus menerus
Diatas tanah yang mungkin akan selalu anarki
Air mata takkan pernah berhenti mengalir
Miris rasanya melihat mereka berlarian
Peluru-peluru seakan tak bertuan
Terbang mencari mangsa, hingga mati
Darah bukan lagi hal asing disini
Teknologi canggih telah meratakan semua
Gedung-gedung kembali ke bentuk asalnya
Tembok beton hanyalah satu-satunya saksi
Tentang kejahatan yang sedang berlalu-lalang
Tatanan dunia yang diselimuti asap hitam
Pandangan manusia yang kini abu-abu
Warna putih mulai lemah dan terhapus
Tibalah saat kehancuran meratapi jagat raya
Telah datang waktu untuk bertarung, mungkin
Manusia akan melawan manusia
Makhluk Tuhan akan saling membunuh
Mengejar kepentingan berasas fikrah iblis
Hamparan warna hijau mulai meghilang
Sekarang hanyalah kilatan cahaya kuning
Menemani awan dan menghiasi birunya langit
Terjatuh dan menghancurkan semua
Saat ini jangan pernah tanyakan tentang kebenaran
Bahkan mendengarnya pun enggan dan tidak
Cobalah sesekali tanyakan tentang ketenaran
Penjelasan akan sangat lantang dan lugas
Ocehan para pembual diatas sana
Menjadikan para pengkhayal percaya dan tunduk
Bukankah ini semua kebodohan ?
Atau mungkin bumi telah kehilangan jati dirinya
Tangisan terdengar keras menembus awan
Mengetuk hati dan jiwa kaum terpuji
Pada akhirnya kalbu berselubung keji
Melupakan saudara berpelisir harta
"Bukan hanya tertawa, tersenyum pun tidak untuk saat ini. Telah tiba saat untuk bangun dan sadar, bahwa kita telah terlahir diatas tanah anarki"
0 komentar