JEDA SEJENAK

Saturday, October 29, 2016


Jikalau malam lah cara
Agar kekal abadi bersama
Maka akan kupanjatkan doa kepada-Nya
Agar gelap tak ia hilangkan

Jikalau mimpi lah cara
Agar bisa bertemu dan tawa
Maka doaku selalu kepada-Nya
Lelapkanku dalam malam tak berujung

Kadang kita meminta gelap
Tapi ia berikan cahaya
Kadang kita meminta kemudahan
Tapi ia datangkan bencana

Inginku hanya satu malam ini
Agar mimpiku tak berkepanjangan
Karena hari esok adalah tujuanku
Sebagai jeda juga peristirahatan sejenak

Karena ia selalu mengetahui
Kebutuhan dan keluhan hambanya
Untuk apa sukar ?, jika
Kemudahan pun bisa ia hadirkan

Akhirnya mentari tersenyum lagi
Membawaku kedalam suasana indah 
Langkah pun telah ku teruskan
Berhenti sedikit sembari tersenyum pada-Nya

Saat angin mulai berhembus 
Pohon menari dan tertawa
Mereka pun menyadari dan mengetahui
Tentang kuasa sang penciptanya

Perahu rela menunggu angin
Untuk mengepak layar dan berlabuh
Tumbuhan rela menunggu hujan
Dikala kemarau tak kunjung usai

Lalu, mengapa manusia tak mau menunggu ?
Sembari berubah menuju cahaya
Jalan lurus yang telah terlihat
Juga takdir yang telah ditentukan

Sayangnya mereka belum sadar
Tentang hakikat dari penantian
Karena Zulaikha pun rela melakukannya
Demi menggapai hati sang Yusuf

Tak sadar dengan dosa
Terbuai bisikan setan yang tak jelas
Yang katanya dibilang trend
Tak sedikit berakhir sesal dan air mata

Karena mungkin tak ada ridho
Juga bukan hidayah-Nya
Mengapa kau tak menanti
Akan hari indah yang dijanji

Jikalau kau adalah hamba-Nya
Percayalah dengan janji-Nya
Untuk apa ragu dengan-Nya
Disaat lautan terbelah oleh-Nya

You Might Also Like

0 komentar

Like us on Facebook

Flickr Images

Subscribe