SUMPAH ATAU SAMPAH ?

Monday, October 31, 2016

Dahulu para pemuda berkumpul untuk bersumpah, bahwa memiliki bangsa satu, bahasa satu, dan tanah air satu. Sudah lama sekali rasanya janji itu hingga saat ini kita kenal dengan Sumpah Pemuda. Darah tertumpah, mayat berhamburan, hingga akhirnya nyawa pun menghilang. Semua itu demi satu kata, merdeka. Tak terjajah dan tak menjajah. Dengan harapan, sumpah tersebut bisa terwujud dan tertananm dalam jiwa para pemuda, khususnya era ini.

Berbicara tentang pemuda akan lebih menarik tentunya apabila direlevansikan dengan kejadian hari ini. Meskipun tak semua pemuda hari ini  jelek, tetapi populasi pemuda alay sudah semakin meluas. Tak ada yang bisa disalahkan, mungkin bisa jadi kita sendiri adalah salah satu dari mereka. Berarti jangan lupa untuk membawa cermin kemanapun, karena sebelum menilai orang lain cobalah berkaca, apakah diri kita sudah baik ?.


Pemuda adalah aspek penting dalam kehidupan. Bahkan terkadang sukses atau tidaknya suatu daerah bisa dilihat dari peran pemudanya. Maka merugilah mereka yang menghabiskan masa mudanya dengan hal-hal yang kurang jelas". Mungkin para pejuang bangsa akan menyesal terbangun dari kubur saat melihat tingkah laku pemuda zaman sekarang. Untungnya, hal itu tak bisa terjadi. Sumpah pemuda yang dulu diagungkan telah menjadi sampah pemuda. Alhasil banyak produk-produk pemuda yang tak jelas.

Sudah sepantasnya sebenarnya bagi kita untuk berbenah. Menuju jalan yang lurus dan meninggalkan semua keburukan. Pemuda yang baik adalah mereka yang meninggalkan hal-hal yang tidak baik untuknya. Seharusnya kita sadar akan beban, amanat, dan tanggung jawab sebagai pemuda. Penopang pilar negara agar tak runtuh seharusnya tak bertingkah bodoh. Marilah berfikir jernih, mulailah berbenah, dan tinggalkan kenangan hitam itu. 

Tak ada yang tak sulit di dunia ini, apalagi saat berusaha untuk hijrah. Tentunya orang lain tak jarang meilihat masa lalu kita yang kelam. Yang dulunya seorang pemuda nakal dan urakan akan tetap terlihat seperti dulu, itu tantangan dan tak ada salahnya untuk ditantang. Tak ada alasan lain untuk hijrah kecuali untuk mendapatkan ridho Allah, sisanya untuk membuktikan dan menaati isi sumpah pemuda. Seorang pemuda yang mencintai negaranya, tentu terlebih dahulu harus cinta pada Tuhannya. 

You Might Also Like

0 komentar

Like us on Facebook

Flickr Images

Subscribe