#23 (LANJUT)
Monday, May 29, 2017
Dinginnya malam kembali bangunkan
Sang pujangga kumal berkhayal tak pasti
Mungkin karena senja kemarin itu
Saat ia panjatkan doa pada Tuhannya
Ceritakan segalanya, sepuasnya
Tanpa ada ragu, jangan pernah
Angin kan membawa rindu jauh
Biarkan khayal berlayar menuju dermaga
Malu untuk berkata jujur
Tapi takut jua untuk berbohong
Pujanga tenggelam dalam dilema
Waktunya sia-sia hampa nilai
Dahulu ia perjuangkan mati-matian
Seseorang yang kini bagai orang asing
Dulunya sangat dekat, dan kini berubah haluan
Menjauh seperti tak saling mengenal
Mungkin rindunya sudah tenggelam
Dalam dinginnya lautan masa lalu
Kini orang itu telah temukan
Hidup baru yang lebih layak diperjuangkan
Pernah berpikir untuk mundur saja
Pasalnya, usaha pasti berbuah nihil
Untuk apa bercerita bila tak didengarkan ?
Iya, diri ini layaknya benda tanpa nama
Untuk ikhlaskan terkadang sulit
Terus, mau apa lagi ?
Usaha tak lagi berguna nampaknya
Pasrah dan cobalah untuk berdoa lagi
Coba temukan pelabuhan baru
Bangun lagi kapal berisi rindu
Kirimkan pada orang yang tepat
Karena sejatinya, dirimu yang menentukan
Asamu memang sudah putus
Usahamu memang sudah nihil
Tapi, rindumu akan tetap
Mencoba temukan ruang yang tepat
Hai, nahkoda kapal !
Biarkan yang lalu mengalir
Hidupmu bukan hanya tentangnya
Dirimu bisa terus berlabuh, meski sendiri
0 komentar