#37 (KELUH AJAH !)

Wednesday, October 25, 2017

pernah kayak gini juga ternyata :).

Assalamualaikum !.

Beberapa hari ini, aku memulai untuk menulis lagi. Melanjutkan naskah yang sudah lama terkubur dalam tumpukan folder laptop. Awalnya sulit, bak mengumpulkan tujuh buah dragonball. Tapi lama kelamaan mulai terasa ringan. Sebenarnya naskah itu sudah jadi seutuhnya, kutinggalkan beberapa bulan karena sebelumnya sudah coba kukirimkan ke penerbit terkait masalah penerbitan. Entah kenapa, hingga saat ini, penerbit itu belum juga memberi kejelasan yang pasti (sakitnya tuh disini !). Tak apa lah, mungkin memang salahku terlalu terburu-buru dalam pengiriman, padahal naskah itu belum sepenuhnya kuperiksa. Masih banyak kesalahan penulisan, ejaan, yang paling penting setelah kuperiksa ulang, masih banyak percakapan yang terlalu bertele-tele. Iya, kali ini aku akan bercerita tentang awal mula penulisan naskah jelek itu :).

Tak jelas darimana ide itu berawal, setelah sekian lama menulis di blog, barulah terpikirkan untuk menulis novel saat menginjak semester enam bangku kuliah, waktu tenggang yang tidak cepat. Karena kebetulan tiap harinya dihujani dengan pelajaran berbau politik, perang, damai, dll. Maka bisa dipastikan isi tulisanku pun tidak jauh dari hal tersebut. Pada awalnya, niatku hanya ingin menulis beberapa artikel terkait, tapi entah mengapa, ide itu sambung menyambung menjadi satu, lalu jatuh ke ladang gandum dan jadilah coco crunch (ehhhh.., paan sih). Tiap harinya ide baru berdatangan, otakku penuh dengan antrian panjang, mereka semua minta ikut serta dalam penulisan novel. Apa boleh buat, tema yang sebelumnya hanya berkutat pada empat hal tadi akhirnya tercampur dengan sedikit cerita cinta. Nampaknya kurang asik rasanya bilamana sebuah novel ataupun tulisan tidak dibumbui dengan kisah romance, kurang afdhol gituhhhh seehh, entahlah. Latar cerita pun kudapatkan dari beberapa pengalaman, saat pulang kampung, bercengkrama bersama teman, juga buku yang kubaca tentunya.

Memang benar, bahwa sebelum memulai menulis, pastikan kita sudah pernah membca setidaknya beberapa buku, untuk mendapatkan gambaran tentang apa yang nantinya akan kita tulis. Imajinasi tulisan bisa ditemukan dimanapun, bahkan di kamar mandi seklaipun (hmmmm..IYKWIM), ahahhaha, stay positive bb. Kita mengenal istilah blog walking, disaat otak sudah terasa buntu, maka cobalah untuk berjalan. Selain mencari imajinasi baru ditempat tujuan, juga bisa kita gunakan untuk mendinginkan otak yang panas. Naskah itu tidak berhenti ku tulis, even saat KKN. Semuanya berawal dengan semangat membawa, one day one chapter bisa kucapai dengan mudah. Tapi, saat sudah memasuki kira-kira dua minggu waktu normal, writer block pun datang menghampiri. Berkemah, menyalakan unggun didalam otak, mereka berpesta atas buntunya imajinasi seorang manusia (ehhh..paan sih !). Pernah terpikirkan untuk menyudahi naskah, menghapus mimpi untuk menerbitkan buku. Kawan, bilamana putus asa menghampirimu, coba ingat lagi, untuk apa kau memulai. 

Akhirnya sampai saat ini naskah itu belum menemukan titik terang, penerbit terkait belum juga memberi kabar. Aku pun menyerah, memutar arah, mencari penerbit yang lebih tepat untuk kuperjuangkan :(. Begitulah kisah sedih penulis pemula, yang hingga kini belum juga menerima kepastian. Tapi, satu hal kutemukan dibalik penolakan naskah tersebut. Kesalahan yang sebelumnya kuanggap biasa saja kini lebih bisa kuperhatikan. Dalam penulisan naskah dan penerbitannya, masalah sedikit apapun bisa menjadi perhitungan besar. Tentu saja banyak kutemukan pada naskahku. Alhamdulillah, saat ini aku mulai mengedit lagi, memeriksa kesalahan demi kesalahan dan berniat untuk mencoba mengirim ke penerbit lain. Oh iya, tidak lupa kuberitahu bahwa salah seorang temanku sudah berhasil menerbitkan buku perdananya secara indie, selamat yah, kutunggu buku keduamu. Bagaimana denganku ?, entahlah, dengan kendala ekonomi, aku hanya berharap pada penerbit major. Allah punya rencana yang lebih baik untukku, aku yakin itu. Aku hanya harus berdoa, berdoa, dan berdoa. Selamat menulis kawan, selamat berimajinasi, selamat bersenang-senang. Tabik !. Wassalamualaikum.

You Might Also Like

0 komentar

Like us on Facebook

Flickr Images

Subscribe