#45 (ARTI PULANG)
Saturday, November 11, 2017
Kemanapun dan dibelahan manapun kita berada, hati ini akan selalu berada dirumah. Percayalah, dan ini kurasakan sendri. Hampir genap empat tahun berkelana di negeri orang, dengan jatah pulang setahun sekali membuatku selalu saja rindu. Alay ?, tidak kataku, ini adalah suatu kewajaran. Berarti hatimu masih berfungsi, masih bisa merasakan rindu. Banyak hal yang kurindukan, bau masakan ibu, tawa lepas ayah, tangisan adik, marahan kakak, dan juga senyuman kawan. Hal-hal tadi yang hingga kini terngiang di kepala. Sebagai seorang anak rantau, kita hanya bisa mendengarkan suara untuk menghempas rindu. Harus kuat, harus tegar, pantang pulang sebelum sukses.
Dengan munculnya media sosial, komunikasi jarak jauh bisa teratasi. Meskipun belum bisa bertatap muka, aku masih bisa berbalas pesan dengan kawan-kawan melalui grup chat, dan itu salah satu sarana melepas rindu. Seringkali kami saling hina untuk mengisi waktu luang, tanpa ada batasan waktu, tanpa tahu keadaan, dimanapun mereka dan diriku berada, grup chat harus ramai. Bahkan, bilamana grup sedang tidak ramai atau tidak ada respon, aku mencoba mengirimi temanku pesan, entah bertanya ataupun menyapa. Kurasa itu sudah cukup. Aku dan kita semua memang harus bersyukur, dengan media sosial, yang jauh terasa dekat.
![]() |
| genggam rindu, rasakan sensasinya. |
Banyak hal yang kulakukan untuk mengisi waktu luang, selain berbalas pesan, aku juga lebih sering membaca buku. Seorang penulis pernah berkata "tidak usah pilah-pilih buku mana yang akan kau baca, selama tulisannya masih terlihat, bacalah." Darinya, aku termotivasi. Semua buku yang kutemukan dimanapun itu, akan kuambil. Meskipun belum paham apa maksud dari buku itu, suka atau tidak suka, aku akan membacanya. Mengapa ?, satu alasan, karena dari membaca kita akan mendapatkan banyak imajinasi baru. Dari membaca, akan muncul inspirasi, kalimat, dan kata-kata baru. Khususnya bagi yang hobi menulis, membaca itu penting. Untuk menghasilkan satu paragraf yang baik, setidaknya kita harus membaca satu jenis buku, apapun itu.
Terserah dengan apa kau isi kekosongan, asal itu bermanfaat untukmu, kenapa tidak. Sebagai anak rantau, rindu adalah suatu kepastian yang akan akan selalu menghampiri. Terserah dengan apa kau melawannya. Aku lebih sering membaca, tertawa, jalan-jalan, dan menulis, hal-hal inilah yang sering kulakukan untuk menghilangkan rasa rindu. Kawan, rindu adalah sebuah anugerah, tanpanya, kita tidak pernah tahu arti jarak. Jarak adalah sebuah pemisah, tanpanya, arti pulang takkan pernah kita raih. Berjalanlah sejauh mungkin, berkelana lah selama mungkin, rasakan rindumu, temukan arti pulang yang sebenarnya. Sekian dariku, jika tertarik dengan tulisan ini, silahkan ikuti blogku, jika tidak, terserah. Terima kasih telah membaca, semoga menginspirasi. Sampai jumpa di artikel selanjutnya !.

0 komentar