Bosan? Nikmati!

Monday, December 16, 2019

Ternyata, ada banyak rahasia yang tersimpan dibalik segala sesuatu dalam hidup ini. Sewaktu kecil dulu, kita berpikir bahwa betapa nikmatnya menjadi dewasa. Alhasil setelah dewasa kita kembali merindukan masa kecil. Kemudian waktu berlalu cepat, dewasa pun merasuk dalam diri. Kita mulai mengenal berbagai perspektif dan pandangan dalam hidup dikarenakan semakin banyaknya manusia yang kita temui. Tiap kepala memberikan kita pelajaran baru, bahwa Allah menciptakan manusia berbeda-beda agar dunia ini tidak fakum dan membosankan. Adakalanya kita bertemu dengan seorang pemarah dan saat itulah kita harus bertindak sebagai seorang penyabar. Adakalanya kita bertemu dengan seorang pembicara yang baik dan saat itulah kita berperan sebagai pendengar yang baik. Tapi, semakin kesini hidup terasa semakin membosankan saja. Hal yang sama terus-menerus dikerjakan setiap harinya. Sekolah, pulang, sekolah, pulang. Kerja, pulang, kerja, pulang. Dan banyak lagi hal-hal yang kiranya berulang setiap harinya. 

Lalu, mari kita bertanya pada diri kita. Apakah hidup ini memang membosankan? Mungkin kita perlu mencari arti hidup yang sebenarnya dulu terlebih dahulu sebelum menghakimi bahwa hidup ini membosankan. Rasa bosan terkadang muncul, mungkin sebagai hiasan agar hidup tidak lurus-lurus saja. Hidup ini adalah milik Sang Pencipta, jadi hal utama yang perlu kita lakukan adalah mengabdi kepada-Nya. Lakukan segala sesuatu dengan maksud untuk mencari ridho-Nya. 

Lanjut ke rasa bosan. Perasaan yang semua insan miliki. Pernahkah kita bertanya pada orangtua kita, bosankah mereka mendidik anak-anak mereka? Pernahkah kita bertanya pada para petani yang telah mengurus sawah selama berpuluh-puluh tahun, apakah mereka bosan? Pernahkah kita bertanya pada para ilmuwan yang hingga kini meneliti hal-hal kecil nan rumit, apakah mereka bosan? Mungkin jawaban dari semua pertanyaan diatas adalah 'pernah bosan'. Mereka semua pasti pernah berada dalam fase yang tidak stabil. Terombang-ambing tak tahu arah. Tapi, tak ada pilihan lain selain menikmati apa yang sedang dilakukan saat ini. Dan disinilah kita harus memaknai kembali arti dari perkataan 'enjoy your life' nikmati hidupmu. Bahkan seorang traveler sekalipun pasti pernah merindukan rumah, bosan dengan perjalanan yang begitu-begitu saja. Dan seorang pedagang bakso tetap santai meskipun hanya berdiam di tempat yang itu-itu saja selama berpuluh-puluh tahun. Hidup akan terasa sulit bila tidak kita nikmati, mungkin inilah kuncinya, kawan. 

Lalu, sudah sampai fase yang mana? Sudah bosankah dengan hidup ini? Sudah bosankan kuliah sampai-sampai ingin cepat-cepat lulus? Sudah bosankah kuliah hingga ingin lekas mendapat kerjaan? Sudah bosankah mendengar marahan atasan hingga ingin menjadi pengusaha? Sudah bosankah hidup sendiri hingga ingin menikah saja? Nikmati masa-masa kuliah karena bisa jadi masa depan tersimpan dibalik marahan dosen pembimbing. Mungkin kita belum siap betul memasuki dunia pekerjaan. Persiapkan! Nikmatilah pekerjaan karena bisa jadi marahan atasan adalah bukti bahwa mereka memperhatikan kita. Mungkin kita sedang dipersiapkan menjadi penggantinya di masa depan. Mungkin saja! Nikmatilah kesendirian karena Allah sedang mempersiapkan jodoh terbaik buat kita. Yakin saja!

Kawan, hidup ini kadang membosankan. Tapi, jangan bosan-bosan untuk hidup. Nikmati hidupmu!

You Might Also Like

0 komentar

Like us on Facebook

Flickr Images

Subscribe