Entahlah..
Wednesday, September 16, 2020Kita semua punya masa lalu. Entah itu kelam ataupun baik. Sebagai manusia yang takkan pernah luput dari salah. Sudah sepatutnya untuk mengoreksi diri sendiri. Jika diibaratkan sebuah naskah. Diri kita berperan sebagai seorang editor pertama sebelum naskah tersebut masuk dalam tahap editing selanjutnya. Dalam fase itu akan kita temukan banyak sekali kegagalan dan kesalahan. Yang tentunya akan berakhir pada kata memaafkan dan meningkatkan. Karena boleh jadi, kita yang hari ini salah bisa menjadi benar esok hari. Begitupun sebaliknya. Ada fase dimana memaklumi kesalahan diri sendiri itu muncul. Saat itulah kedewasaan kita tumbuh. Tapi, jangan terlalu baik pada diri sendiri. Tahu batas, tahu kadar.
Orang lain boleh saja berkata bahwa diri kita ini gagal. Mereka juga bebas berteriak lantang atas segala kekurangan yang kita miliki. Ingat, kita adalah bahan cerita di kehiduan orang lain. Jadi, berpikirlah sebelum bertindak. Agar nantinya cerita yang dihasilkan adalah baik. Akan selalu ada yang membenci dan jangan lupa bahwa akan selalu ada yang simpati. Bisa dikatakan ini sudah rumus paten. Tugas kita adalah bertingkah laku sebaik mungkin. Bertindak dengan versi terbaik menurut kita. Sisanya biarkan tim juri yang menilai. Kawan, kita hidup dengan perkataan orang lain. Dengan artian apa yang mereka katakan akan sangat berpengaruh dengan lingkungan sekitar. Mungkin dari sana kita harus berbenah lagi. Bahwa interaksi yang baik akan sangat besar dampaknya untuk kita. Perbanyak kawan bukan lawan.
Mulai dari sekarang belajarlah untuk berlapang dada. Permulaan akan berat tentunya. Tapi coba lihat orang-orang bijak sebelum kita. Tengok sifat mereka dan ambil intisari dari manfaat berlapang dada itu. Kita bisa belajar dari hal-hal kecil. Mulai dari melupakan kenangan lama. Yang mungkin pernah kita kira akan berjalan lancar-lancar saja. Tidak usah dijelaskan, pasti sudah paham, kan? Dari hal kecil lalu menular ke yang lainnya. Apapun itu, semoga aku, kamu, kita semua berbahagia.
Hinaan itu pujian yang tersembunyi. Pujian itu ujian yang terlihat.
1 komentar
Amazing bro...
ReplyDelete