Dear, Orang Waras!
Friday, November 13, 2020Zaman berkembang dengan pesatnya. Begitu juga manusia dengan ide dan pemikirannya. Tak heran kita saksikan penemuan-penemuan yang dulunya hanya ada di angan-angan kini ada didepan mata. Sewaktu kecil dulu cerita tentang mobil terbang hanyalah pengantar tidur semata. Dengan harapan mimpi akan indah dan esok hari ada impian dan hal baru yang direncanakan. But, see what's happen right now? That was true! Ada juga cerita tentang komunikasi tatap muka yang hari ini kita kenal dengan panggilan video. coba ingat-ingat lagi, dulunya hal ini bisa terbilang mustahil, belum masuk di akal. Bisa kita katakan, khayalan hari ini realita esok hari. Tapi, layaknya sebuah koin, perkembangan selalu saja memiliki dua sisi. Untuk positifnya mari kita ambil dan kembangkan. Dan untuk negatifnya mari perbaiki. Ada satu penemuan yang saat ini paling berkembang di sekitar kita; Media Sosial.
Ada yang hilang rasanya semenjak hadirnya media sosial. Tak jarang kita saksikan orang-orang bertingkah tak wajar hanya karena ingin terkenal. Rasa malu pun hilang. Mungkin kita pun begitu. Sibuk untuk memperbanyak jumlah pengikut di media sosial dan lupa bahwa manusia butuh rasa malu. Media sosial diciptakan untuk mempermudah sosialisasi. Dari yang dulunya mengirim pesan via kantor pos, hari ini bisa kita lakukan hanya dalam hitungan detik. Mungkin yang terkesan rahasia hari ini hanyalah perasaan kita dengan Tuhan. Yang lainnya sedih ataupun senang terlihat jelas di layar telepon pintar. Mengabadikan momen berupa foto dan video merupakan hal wajib sebelum memulai aktifitas. Baiklah bila memang hal itu terkesan wajar-wajar saja. Untuk kita yang tidak bekerja sebagai model ataupun selebgram. Coba bertanya pada diri sendiri, untuk apa terlalu mengekspos keseharian bahkan diri kita di media sosial? Ada bayaran? Tidak. Lalu untuk apa? Apa yang harus dipromosikan? Apa yang sedang kita jual?
Masih banyak hal baik yang bisa kita lakukan agar dilirk dan terkenal dimata manusia. Tanpa harus menjual paha dan dada, tanpa harus bertingkah aneh. Kita adalah manusia terdidik. Jadi pastikan segala sesuatu yang kita buat bisa bermanfaat bagi orang lain. Kita hidup dengan aturan dan norma-norma. Jadi pastikan segala sesuatu yang kita lakukan itu baik. Bertingkahlah sewajarnya agar bisa diwajari. Tapi, jangan hanya karena mengejar senyum manusia sampai lupa bahwa terkenal di mata Tuhan itu lebih penting. Semoga positif akan selalu menemani dan negatif menjauh.
Tetap semangat dan Tetap waras!
0 komentar