EXPERIENCE IS THE BEST TEACHER

Monday, September 28, 2015

sambungan dari artikel sebelumnya...

Mungkin tidak asing lagbagi kita para pelajar. Saat melihat judul diatas, yang pertama kali teringat adalah buku tulis yang dipakai saat SD dulu atau buku yang bermerk “SIDO. Masih ingat kan, inysa Allah semuanya masih ingat. Kata-kata diatas telah menginspirasi banyak orang di dunia ini. Mungkin saya pun demikian. Setiap ingin memulai membuka buku tulis waktu SD dulu, lembaran pertama dari buku tulis itu terpampang dengan jelas tulisan diatas. Mungkin maksud dari pembuat buku tulis tersebut agar kita bisa belajar dari pengalaman yang telah berlalu. Tapi, menurutku belajar dari pengalaman sendiri saja belum cukup atau bisa dibilang belum efektif. Lebih penting lagi kita melihat dan mendengar pengalaman orang lain agar bisa lebih termotivasi dari apa yang telah dia lakukan atau apapun yang telah menimpanya. yang namanya pengalaman tidak selamanya itu baik. Bahkan, terkadang yang tidak pernah dilupakan oleh seseorang adalah penglaman yang buruk. Dari situ kita bisa belajar agar pengalaman buruk itu tidak terulang untuk kedua kalinya. Karena, seseorang yang baik tidak akan masuk kedalam lubang yang sama untuk kedua kalinya.bahkan keledai sekalipun tidak akan pernah melewati lubang yang pernah dia pijak untuk kedua kalinya. Tapi, bukan berarti pengalaman baik kita lupakan begitu saja. Yang baik bisa kita jadikan kaca perbandingan agar tidak melakukan kesalahan tersebut.

Begitulah yang kurasakan semasa SMA dulu, dimana disaat itulah berbagai macam pengalaman kurasakan, mulai dari yang baik sampai yang buruk. Salah satunya adalah pengalaman yang kurasakan bersama keempat sahabatku. Pengalaman yang tidak pernah kulupakan saat dimana persahabatan kami nyaris hancur disebabkan oleh seorang wanita cantik. Namanya adalah Nanda. Rambutnya yang panjang  seperti hamparan padang rumput yang luas tak bertepi. Kulitnya yang putih bagaikan butiran salju yang tersisa disaat munculnya musim kemarau. Gaya jalannya bagaikan seorang Putri kerajaan Inggris yang sangat terhormat. Dua bola matanya bagaikan dua buah berlian yang kilaunya menyilaukan yang melihatnya. Belum lagi, dia adalah ketua osis di SMA kami. Cara berbicaranya yang khas memanjakan para pendengar. Dengan wajahnya yang cantik dan otak yang begitu cerdas tidak heran para kaum adam di sekolah kami memujanya dan mengidolakannya. Apapun akan dilakukan akan dilakukan untuk mendapatkan hatinya. Bahkan dalam kamus percintaan ada perkataan yang berbunyi ”Lautan akan kusebrangi, gunung pun akan kudaki hanya untuk dapatkan cintamu”. Begitulah orang yang sedang dimabuk cinta apapun akan keluar dari mulutnya. Mungkin perkataan itu sangat tidak enak didengar atau biasa kita katakan “ALAY”. Tapi, begitulah masa muda. Masa yang penuh dengan pengalaman cinta, masa dimana setiap orang berjuang untuk mencari jati diri mereka masing-masing.

Ceritanya berawal pada hari selasa disaat pelajaran IPA berakhir. Sebelum pulang ibu guru membagikan tugas kelompok sebagai pengganti ujian. Satu kelas terdiri dari 56 orang. Ibu guru membaginya menjadi 8 kelompok. Saat itulah bu guru menyuruh kami berpencar untuk mencari teman sekelompoknya.tentu kami berlima berkelompok pada hari itu. Tapi, lima orang saja belum cukup. Seakan rasanya seperti disambar petir melihat Nanda dan teman perempuannya menghampiri kelompok kami dan berkata ingin bergabung dengan kami. Tanpa ragu, Rahmat pun mengambilkan kursi lalu mempersilahkan mereka berdua duduk dan berdiskusi untuk mencari judul apa yang akan di kerjakan nanti. Setelah menyepakati judul, kami satu persatu pun pulang. Rasanya hari itu adalah hari yang  terindah dikehidupanku. Hari dimana kumelihat seorang putri duduk bersama satu kelompok bersampingan denganku. Senang sekali, mungkin bukan hanya aku temanku yang lain juga merasakan apa yang aku rasakan hari ini. Hal yang sangat bersejarah bagi kami berlima. Hari itu juga pandangan pertamaku dengannya dimulai, kurasakan dalam hati ini telah muncul benih-benih cinta. dan aku tak dapat menolak dan menyembunyikan perasaan ini. Ku tak bisa membohongi diriku sendiri karena apa yang kukatakan didepan orang lain tentangnya dan apa yang dikatakan hatiku ini sangat berlawanan. dan aku percaya kalau hati ini tak dapat dibohongi (sorry perkataannya alay). Hari-hari demi hari pun kami jalani dengan hati yang sedang berbunga-bunga karena dilanda deerasnya banjir cinta. Sebelum tidur tak lupa  kami melakukan ritual,yaitu, mengingat wajahnya sebagai pengobat mimpi buruk di malam hari.


Tepat saat pulang sekolah, inilah saat dimana pergesekan antara kami berlima timbul, saat Nanda memanggil Raka untuk membantunya dan kami berempat pun tidak mau kalah, kami juga ikut membantunya. Tatapan heran Nanda tertuju pada kami, seraya tersenyum melihat kelakuan kami. Mulai dari saat itu, terjadilah persaingan untuk mendapatkan hati Nanda. Terkadang antara kami seringkali mengajak Nanda keluar rumah untuk makan malam di warung angkringan pinggir jalan. Wajarlah, nasib terlahir sebagai seorang yang tak berduit, makannya yah di angkringan aja. dengan ditemani  pemandangan yang indah, seakan malam itu terasa seperti malam yang spesial. Berbagai macam cara kami lakukan untuk mencoba mengatakan perasaan yang terpendam dalam hati ini. Tapi terkadang disaat waktu itu datang, perkataan itu takut untuk keluar dari dalam hati ini. Selalu begitu, sehingga hanya bisa dari kejauhan cinta ini melihatnya tanpa pebuatan yang pasti, kapan dan dimana dia berani keluar dan mengatakan apa yang sebenarnya selama ini dirasakan. Seminggu kemudian pelajaran IPA pun dimulai. dan kelompok kami maju untuk mempresentasikan hasil dari kerja kelompok kami. Setelah beberapa lama presentasi dari kami pun selesai. PREsentasi dari kami bisa dibilang baik lah, karena bisa dilihat dari banyaknya tepuk tangan setelah kami mempresentasikan tugas kami. Bel tanda berakhirnya jam sekolah pun berdering, tanda bahwa jam sekolah dan cinta kami pada waktu itu juga harus berlanjut diluar sekolah. Pergesekan antara kami semakin memanas sehingga menghasilkan perkelahian yang sangat seru antara Yayat dan Raka. Setelah kejadian itu Yayat dan Raka jadi saling marah antara satu sama lain dan tidak pernah saling omong selama kurang lebih seminggu. Sehingga Aku, Aris dan Rahmat mencari cara agar perselisihan antara Yayat dan Raka bisa segera meredam dan padam. Karena, dengan pertengkaran mereka berdua, persahabatan kami rusak tak seperti dulu lagi. Setelah bermusyawarah beberapa lama, akhirnya, jalan keluarnya pun ditemukan. Kami mengajak mereka berdua untuk pergi ke tempat favorit, tepatnya dijembatan tempat kami berlima pertama kali bertemu dan mengikrarkan janji persahabatan kami. Tapi, pertemuan ini tidak kami beritahu pada salah satu dari mereka.Sehingga mereka mengira hanya dialah yang hadir ditempat itu. 

Malam pun tiba, dan secara bersamaan kami berlima berkumpul di tempat.Yayat pun terkaget melihat Raka berada ditempat itu, begitu juga sebaliknya. Sempat ada perselisihan lagi antara mereka, tapi kami bertiga melerai mereka dan menyuruh mereka berdua duduk. Sambil menatap langit luas yang penuh bintang. Kami menceritakan pengalaman sewaktu kecil dulu, sering bermain dan tertawa bersama, dan pada hari ini persahabatan kami hampir hancur diakibatkan oleh seorang wanita, sungguh fenomena yang sangat aneh diantara kami. Setelah bercerita tentang pengalaman kami Yayat dan Raka pun menangis lalu saling meminta maaf antara satu sama lain lalu berpelukan. Sejak saat itu juga, kami berlima berjanji takkan ada lagi yang bisa menghancurkan persahabatan kami walaupun tua menjemput kami akan terus sebagai sekelompok sahabat yang selalu mempunyai mimpi. Mulai dari hari  itu, kami bersepakat untuk menjauhi Nanda, iblis yang telah menghancurkan tembok persahabatan kami. dengan kesepakaran, barang siapa yang mendekati Nanda akan dikenakan sanksi yaitu mentraktir semuanya untuk makan ditempat makan favorit kami semua. Jumlah makanan yang tidak menentu,  yang menanggung semuanya adalah pelanggar perjanjian tersebut. Perjanjian pun berlaku setelah pertemuan itu, dan dengan harapan persahabatan kami tidak hancur. Kejadian ini menjadi yang pertama dan terakhir kalinya selama menjalani kehidupan kami. Dan biarkanlah perasaanku kepada Iblis cantik itu ku pendam. Hingga tiba waktunya, ku akan mengatakan yang sebenarnya.

You Might Also Like

0 komentar

Like us on Facebook

Flickr Images

Subscribe