BELAJAR DARI ALAM
Wednesday, October 14, 2015
"Alam terbentang luas, jadikan guru". Kata-kata yang sangat tepat untuk kita para pemuda Indonesia yang bangga dan cinta pada alam kita ini. Kata-kata ini bukan hanya kalimat belaka, tapi, kata-kata tersebut adalah suruhan untuk kita agar lebih banyak lagi mengambil ilmu-ilmu yang terkandung di alam semesta ini. Salah satu contohnya adalah Pendakian gunung. Hal yang sudah tidak asing lagi ditelinga muda-mudi kita. Sesuatu yang bukan hanya menjadi aktifitas biasa, tapi, telah menjadi hobi dan trend masa kini. dengan tujuan menggapai puncak gunung dan sembari beristirahat dari bisingya keramaian kota. Aktivitas inilah tujuan terakhr kita. dan mungkin kita belum menyadari, bahwasanya dari pendakian gunung kita bisa belajar banyak hal. yang pertama, dalam pendakian kita dituntut agar mampu mengendalikan emosi kita disaat mendaki. Begitu juga dalam kehidupan, mengendalikan emosi adalah sesuatu yang sangat penting. Karena apabila emosi kita tak dapat terkontrol, segala sesuatu yang kita lakukan menjadi tak terkendali.
Dalam pendakian juga kita diharuskan untuk melihat kearah langkah kaki kita, dan tidak boleh melihat keatas karena kita akan merasa lelah apabila melihat keatas, apalagi dengan jalur yang selalu menanjak, akan membuat kita putus asa. Begitu juga dalam kehidupan, kita tidak boleh terlalu lama menghadap keatas, tapi, hendaklah kita melihat apa yang sekarang kita hadapi, apa yang sekarang sedang kita lakukan, tanpa banyak melihat kearah orang lain. dan juga sedikit melihat kebawah pada saat putus asa datang, untuk melihat masih banyak orang yang lebih susah daripada kita.
Menjalani trek pendakian seperti halnya menjalani hidup. Untuk sampai dipuncak tertinggi, kita harus melewati banyak rintangan dan halangan yang ada didepan. Tanjakan inilah yang kita ibaratkan dengan cobaan hidup. Untuk mencapai kehidupan yang bahagia, kita perlu melewati beberapa fase layaknya pos-pos didalam pendakian. Mungkin pada awalnya kita akan melewati jalan yang biasa-biasa saja. Tapi, untuk selanjutnya pada pos kedua dan seterusnya kita akan menemukan jalan yang berliku dan menanjak. Jalanan itulah yang akan menguji seberapa kuatkah kaki untuk bertahan dan seberapa kuatkah kita mengendalikan emosi. Kebanyakan mereka yang tak mampu mengendalikan emosi, akan putus asa dan tak bisa menggapai keindahan puncak. Ujian terberat dalam pendakian adalah perjalanan sebelum mencapai puncak. Biasanya kita akan menghadapi jalur yang cukup berat dan tanjakan yang cukup tinggi. Begitupun dalam kehidupan, sebelum mencapai apa yang kita inginkan, kita akan menghadapi ujian yang tidaklah mudah. Untuk menguji, apakah kita akan tetap sabar menjalani kehidupan.
Meskipun dalam pendakian, puncak bukanlah tujuan utama. Melainkan, bagaimana kita bisa sampai kerumah dengan selamat. Tapi, puncak adalah pencapaian terbesar yang telah kita gapai. Ketinggian puncak gunung didunia ini bervariasi, begitu juga tingkat perjalanan kehidupan. Gunung yang tinggi pasti mempunyai jalur yang sulit dan tanjakan yang tinggi unutk sampai kepuncak. Kehidupan pun seperti itu, untuk menggapai sesuatu yang sangat kita inginkan, tentunya kita harus melewati rintangan yang banyak pula. Kaki kita harus tetap bertahan agar kita tidak terjebak dan terjatuh dalam jurang kegagalan.
Marilah kita sejenak bersyukur kepada tuhan yang telah menciptakan alam dengan seindah-indahnya penciptaan, yang telah menjadikan alam sebgai tempat belajar yang paling asik bagi mereka para kholifah dunia, yang telah menciptakan alam semesta ini sebagai perumpamaan agar kita selalu bersyukur kepadamu dan memberikan kami musibah sebagai tanda bahwa kami masih tetap hidup di alam ini.
0 komentar