SENDIRI

Monday, November 07, 2016



Awan mulai tersapu angin
Beriring dengan tenggelamya mentari
Disaat sang hamba melangkah sendiri
Menuju ridho sang Ilahi

Duduk termenung bersama angin
Ditengah keramaian kicauan burung
Disaat mereka duduk berdua
Disitulah kutenggelam dalam kesendirian

Tak ada alasan yang pasti
Mungkin takutku akan Tuhanku
Melebihi cintaku pada hamba-Nya
Hingga kupasrah dengan ketentuan-Nya

Malam sudah semakin larut
Muda-mudi terlarut dalam kisahnya
Bagaikan larutan gula yang manis
Tak tahu tentang malam yang telah larut

Jikalau saja kau tahu tentangku
Penggemar rahasia di balik tirai
Jangan takut dengan hal itu
Kusebutkan namamu lima kali dalam sehari

Kuharapkan hanya ialah yang tahu
Dengan keluhan dan harapan
Yang mungkin telah lama tersimpan
Yaa muqolliba al-qulub tsabbit qolbiy ala diinik

Sendiri tak hanya tentang rasa
Terkadang sendiri  sebagai jeda
Sendiri tak hanya tentang sayang
Terkadang tentang cinta yang lebih pada-Nya

Dan ketika kita mulai sadar
Dengan makna sebuah cinta
Takkan pernah bercampur dosa
Karena cinta adalah anugerah-Nya

Tak terasa tengah malam
Burung hantu mulai bernyanyi
Kunang-kunang mulai bermain
Jam dinding berdentang dua belas

Sepertiga malam adalah rahasiaku
Akan harapan yang sangat kuharapkan
Tentang orang yang tak kuketahui
Sebagai tempat persinggahan kelak

Mimpi indah mewarnai malam itu
Dengan lantunan doa yang beterbangan
Juga dzikir yang tak terhenti
Bergema dilangit malam, kala itu

Adzan berkumandang, subuh pun dilaksanakan
Bersamaan dengan berakhirnya rindu ini
Dikala cahaya dari timur mulai menguning
Kuawali hariku dengan senyuman dan rindu tentangmu

Ini semua tentang sendiri
Kesendirian yang dimaknai dengan ketaatan
Kesendirian yang dibarengi dengan kesabaran
Kesendirian yang dimaksud dengan kecintaan pada-Nya

Sampai ketemu pada waktu-Nya
Sampai ketemu pada hari-Nya
Sampai ketemu pada hakikat-Nya
Sampai ketemu pada cinta-Nya

You Might Also Like

0 komentar

Like us on Facebook

Flickr Images

Subscribe