#14 (DUA DUNIA)
Saturday, March 11, 2017
Bagaikan Tsunami yang sangat besar, globalisasi menjerumuskan manusia lemah dalam arusnya. Mereka yang tak dapat bersaing akan mati tergerus ombak. Menjadi budak teknologi dan hanya akan menjadi pendengar setia berita-berita yang tak jelas kebenarannya. Hari-hari mereka hanya akan dipenuhi dengan kecemasan akan masa depan yang tak jelas. Globalisasi banyak membawa hal positif, seperti semakin mudahnya akses teknologi yang dapat menembus jarak dan waktu. Tapi, untuk apa teknologi canggih tanpa perkembangan diri dan otak ?.
Teknologi merupakan hal yang sudah tidak asing lagi dalam kehidupan kita. Mulai bangun pagi hingga tidur malam, kita tak akan luput dari bantuan teknologi. Untuk para pekerja misalnya, saat ini untuk membersihkan lantai Mall yang begitu luas sudah tidak menguras banyak tenaga lagi, tidak usah lah mereka bolak balik, cukup bantuan alat pembersih otomatis berbentuk mobil, sekali jalan satu lantai Mall sudah bersih kesat. Lainnya, untuk para penjual masakan, mereka tidak takut lagi bahan makanan dan rempah-rempah basi karena terlalu lama terkena udara, kulkas sudah memberi mereka solusi yang sangat praktis. Kapanpun akan digunakan, pintu kulkas siap terbuka.
Mari berbicara tentang media sosial !. Mulai dari kalangan remaja hingga orang tua, bahkan anak kecil sekalipun sudah tidak asing lagi dengan mereka. Peran merpati sudah tergantikan dengan hanya kuota internet. Akses tanpa kenal batas, hari ini semua orang bebas melakukan apa saja dengan telpon genggam, satu tombol untuk seribu manfaat. Era teknologi memang sedang berkembang pesat, telpon yang dulunya harus menggunakan kabel, hari ini teknologi nirkabel sudah tersebar dimana-mana. Media sosial layaknya teknologi, positif ataupun negatif tergantung pada para pemakai. Dengan media sosial orang Indonesia bisa berkenalan dengan Orang Amerika tanpa pergi kesana, Subhanallah, sangat mudah sekali kehidupan hari ini.
Berbicara tentang media sosial, maka secara tidak langsung dunia akan terbagi dua, maya dan nyata. Nyatanya banyak yang tak suka dengan hal tersebut, dan mengatakan bahwa inilah dampak negatif dari media sosial, manusia bisa melupakan kehidupan nyata. Alasan bisa diterima, tapi masih banyak juga yang menggunakannya seimbang, dengan artian tak melupakan interaksinya di dunia nyata. Sebagai saran, dunia maya dapat membuat seseorang terkenal, tapi ingat bahwa semuanya hanyalah maya, tak nyata. Untuk menjadikan dunia maya kenyataan, diperlukan keseimbangan dalam pemakaiannya, jangan sampai lalai hanya karena dunia maya lebih terkesan asik. So, be wise when using your social media, and make sure it is equal !.

0 komentar