Solo Traveling: Mengunjungi Kebun Raya Kendari

Saturday, August 03, 2019



Pernah melakukan sebuah perjalanan sendirian? Bagaimana rasanya, nikmat? Atau menakutkan? Kali ini saya akan menceritakan pengalaman pertama saya melakukan solo traveling. Tempatnya memang tidak jauh. Tapi, tentunya ini menjadi pengalaman baru bagi saya. 

Kendari Botanical Garden
Melakukan sesuatu sendirian terkadang menjadi momok yang sangat menakutkan untuk kita. Berbagai alasan pun bermunculan. "Kalau sendiri tidak ada teman ngobrol", "Kalau sendiri tidak asik". Dan masih banyak lagi alasan-alasan yang akhirnya menghambat rencana kita. Sayangnya kita tidak pernah berpikir untuk memulai terlebih dahulu. Kita terbiasa untuk memulai segala sesuatu dengan berpikir negatif sehingga otak kita pun menanggapinya negatif. Padahal, ketika kita memulai sesuatu yang baru, pada saat itu pula semesta memberikan pengalaman baru. Inilah yang saya rasakan saat pertama kali melakukan solo traveling, mencoba melawan rasa takut. Berjalan sendirian mengajarkan kita banyak hal, salah satunya improviasi diri. Kita dituntut untuk bertanya, berbicara dengan orang yang belum kita kenali sebelumnya. Malu bertanya sesat dijalan, itulah peribahasa yang harus dipegang kuat. Meskipun awalnya memang agak absurd, tapi, semakin kesini semakin nikmat.

suasana alam yang indah
Kali ini saya berkesempatan untuk mengunjungi salah satu tempat yang sedang hits-hitsnya di Kendari. Kendari Botanical Garden yang lebih sering disapa Camping Ground oleh orang-orang Kendari. Tempatnya cukup terpencil, jauh dari keramaian kota. Tepatnya di Jalan Poros Nanga-Nanga, Anduonohu, Poasia. Karena saya menaiki motor, kurang lebih waktu yang dihabiskan adalah lima belas menit. Pemandangan yang disuguhkan sangat indah. Karena kurangnya akses sinyal telepon, menurut saya Kebun Raya Kendari adalah tempat yang tepat untuk rileksasi, santai, dan kabur dari penatnya media sosial. Yang seringkali menjadikan kita layaknya orang gila. Tempat ini juga sangat cocok untuk mereka yang hobi fotografi. Banyaknya spot-spot indah yang kita temui akan semakin menjadikan hasil foto semakin cantik. 

gardu pandang
Saya ingin memberikan satu tips, khususnya yang ingin bertualang sendirian. Kita semua sadar akan majunya teknologi, tapi bukan berarti kita melupakan sosialisasi. Belajar dari pengalaman saya sendiri, karena kurangnya pengetahuan tentang tempat tujuan akhirnya saya menggunakan aplikasi google maps, semua orang pasti tahu. Yang ingin saya katakan adalah, aplikasi memberikan kita rute yang benar, bukan rute yang tepat. Karena berpatokan pada aplikasi, saya harus melewati jalan yang kurang baik. Padahal, rute yang sebenarnya adalah jalanan aspal. Dari sini, saya bisa mengambil kesimpulan. Bahwasanya sampai kapanpun teknologi takkan mampu menggantikan peran manusia. Kekuatan bertanya jauh lebih manjur daripada bergantung pada aplikasi.


You Might Also Like

1 komentar

  1. Hahaha sering,hal positif yg dapat diambil dari org yg tak takut berpetualang sendiri adalah dia tak pernah takut akan tersesat.

    ReplyDelete

Like us on Facebook

Flickr Images

Subscribe