Antara Setan dan Malaikat

Saturday, September 28, 2019

Tulisan ini hanyalah fantasi penulis setelah membaca komik one piece chapter 957. kalau belum baca, coba baca dulu, lalu pahami. 

"Mungkin bagi sebagian orang fantasi adalah mimpi di siang bolong. Tapi, penulis percaya sesuatu yang besar diawali dari impian dan fantasi-fantasi yang tak masuk akal bagi sebagian orang. Jangan pernah takut untuk bermimpi!"
-unknown-

Situasi sedang tegang-tegangnya akhir-akhir ini. Lagi-lagi konflik antara rakyat dan para petinggi meletus. Hal ini tentu mengingatkan kita pada tragedi 98. Sejarah pernah mencatat bahwa rakyat yang sudah muak dengan kinerja para petinggi turun kejalan dengan maksud menurunkan pemimpin yang katanya otoriter itu. Alhasil, pemimpin itu pun lengser. Rakyat yang ikut serta dalam aksi itu pun senang. Tapi, sayangnya, tidak bisa kita pungkiri. Dalam setiap aksi dan pertengkaran yang terjadi selalu saja ada korban. Aparat yang terenggut nyawanya dalam konflik itu adalah dia yang ditunggu-tunggu kedatangannya oleh anak istrinya dirumah, atau mungkin dirindukan oleh pujaan hatinya. Begitupun mahasiswa yang terenggut nyawanya itu adalah dia yang diharapkan akan menjadi orang besar, seseorang yang akan membawa bangsa ini kedepannya. Orangtuanya menyimpan harapan besar dipundaknya.

Menyaksikan konflik antara mahasiswa dan aparat yang saat ini terjadi mengingatkan saya pada serial kartun one piece karangan Eichiro Oda. Dalam serial kartun ini, kita selalu dipertontonkan dengan peperangan atas nama keadilan. Mahasiswa kita ibaratkan sebagai bajak laut dan aparat sebagai angkatan laut. Salah satu adegan yang mungkin tidak pernah dilupakan oleh para oploverz adalah momen kematian Portgas D Ace, yang terbunuh ditangan Akainu. Dari momen kematian Ace, penulis sempat bertanya-tanya. Siapa yang salah sebenarnya? Apakah Ace sebagai seorang bajak laut yang menantang angkatan laut? Ataukah Akainu sebagai seorang angkatan laut yang katanya penegak keadilan? Angkatan laut berkata bahwa merekalah yang paling paham tentang keadilan. Disisi lain, para bajak laut pun merasa bahwa merekalah pejuang keadilan. Dari dua sisi yang selalu berbeda ini, penulis ingin bertanya. Siapa sebenarnya yang paling paham tentang keadilan. Apakah para aparat yang selalu berkata “we fight for justice” atau mungkin para mahasiswa yang katanya agent of change, para akademisi yang ber-mottokan melawan atau tertindas. Mereka yang katanya selalu berjuang untuk keadilan. Yang ingin penulis katakan adalah dalam dunia one piece para angkatan laut bekerja dibawah perintah pemerintahan dunia, sama halnya dengan aparat yang bekerja dibawah pemerintah. Apakah bawahan pernah melawan perintah atasan? Mereka hanya menjalankan perintah, tanpa tahu menahu maksud dibalik semuanya. Adapun kedepannya perintah atasan berdampak buruk, tentu saja mereka harus tetap menerima akibatnya.   

Pertarungan abadi setan malaikat. 

Jika melihat keadaan yang sedang terjadi saat ini, dengan seluruh kerusakan yang terjadi, dengan seluruh nyawa yang hilang akibat peluru tajam; siapa yang berhak dinobatkan sebagai malaikat dan siapkah setan yang sebenarnya? Tentu saja tak ada yang mau dinobatkan sebagai setan dan masing-masing menobatkan diri sebagai malaikat. Apakah malaikat adalah mereka yang merenggut nyawa dengan senjatanya? Tentu tidak. Apakah malaikat adalah mereka yang berperilaku anarkis, merusak fasilitas umum hanya karena keinginannya tidak dipenuhi? Tentu tidak. Kita bisa menjadi malaikat dengan tidak mengatakan orang lain sebagai setan. Kita bisa memperjuangkan kebenaran tanpa harus merasa bahwa kitalah yang paling benar. Kita bisa berjuang demi keadilan tanpa harus merasa bahwa kitalah yang paling paham dan mengerti tentang arti adil. Kita bisa mewujudkan kedamaian dengan mewujudkan sila ketiga “Persatuan Indonesia”. Apakah dua sisi yang berbeda bisa bersatu? Kita bisa mengambil contoh dari Admiral Garp sang pahlawan yang beraliansi dengan Raja bajak laut Gold D Roger untuk mengalahkan dan menjatuhkan dominasi bajak laut rocks kala itu. Apakah mungkin mahasiswa yang digadang-digadang sebagai agen perubahan bersatu dengan para aparat dan para pelindung keadilan lainnya untuk mewujudkan kedamaian? Kita sama-sama tahu bahwa kita punya musuh bersama.

Jika didalam dunia one piece musuh bersama adalah kaum naga langit dan para jajarannya. Lalu siapa musuh kita? Apakah dia yang sedang sibuk nge-vlog bersama cucunya? Atau mungkin dia yang sedang sibuk menjadi oposisi? Atau mungkin keduanya? Atau mungkin orang lain dibalik mereka? Siapapun dia, mari kita lawan bersama. Mungkin kita sedang diadu domba. Sadar atau tidak sadar.


Jika amarah dan kebencian selalu kita utamakan, coba tanyakan pada diri kita. Sebenarnya ego siapa yang sedang kita beri makan?

Damai Ibu Pertiwi
Damai Indonesia

You Might Also Like

2 komentar

Like us on Facebook

Flickr Images

Subscribe