Aku Kamu

Thursday, March 12, 2020

Hidup adalah roda, berputar tanpa henti. Kadang kita berada diatas dan esok hari bisa jadi ada dibawah. Dengan rotasi yang tanpa henti inilah kisah dan cerita manusia berbeda-beda. Ada yang sukses ketika muda, punya harta dan segalanya. Golongan orang-orang yang sadar akan berkata bahwa "ini semua hanya titipan" Insyaf lalu tak henti-hentinya bersyukur. Tak sedikit juga yang lalai dan berkata "ini berkat kerja kerasku selama ini" Lalu lupa bahwa Tuhan adalah sutradara dibalik semua skenario. 

Ada orang yang ketika memasuki umur 20-an sudah menikah, ada juga yang umur segitu hendak mencari kerja dan ada juga yang mati muda. Ini spesialnya hidup. Mungkin mulai dari sekarang kita harus sadar bahwa hidup ini adalah seni tingkat tingkat tinggi yang diprakarsai oleh Seniman Yang Maha Tinggi. Segala sesuatu sudah di atur jauh sebelum kita dilahirkan. Takdir, rejeki, dan ajal. Bahkan daun yang jatuh ke bumi pun sudah tertulis sebelum bumi ini diciptakan. Maka dari itu kita hanya diharuskan untuk ikhtiar terus menerus lalu bertawakkal dalam hati. Kalau segala sesuatu sudah ada yang atur, apa yang harus ditakutkan?  Terkadang kita harus tersenyum atas semua kegagalan dan menangis karena kesuksesan. Karena akan selalu ada maksud dan hikmah dibalik semuanya.

Tak usah terlalu fokus membanding-bandingkan cerita kita dengan orang lain. Hasilnya akan jelas-jelas berbeda. Lebih baik, nikmati alur yang telah ditentukan. Percayalah, Tuhan tidak menciptakan produk gagal. Manusia adalah ciptaan paling mutakhir dibandingkan makhluk hidup lainnya. Jika orang lain sukses ketika muda jangan iri. Mungkin Tuhan bermaksud untuk memberi motivasi, bahwa kerja keras takkan pernah mengkhianati hasil. Jika orang lain membagikan foto jalan-jalan di media sosial setiap harinya. Santai, tidak usah terlalu serius. Ingat, manusia hanya ingin terlihat bahagia dan enjoy dalam menikmati hidup dihadapan manusia lainnya. Dibalik itu semua ada hal-hal sulit yang cuma jadi konsumsi pribadi saja. Bukankah kita bisa dengan mudah mengirim emotikon tertawa dikala hati kita sedang bersedih? Jangan bosan-bosan untuk menikmati dan mencintai hidup ini.

Kita bisa dikatakan cinta dalam hidup ketika tak ada lagi sifat egois. Dengan artian, mengerjakan segala sesuatu tanpa mengingat imbalan. Maka jangan heran orang tua rela hujan-hujanan mencari nafkah untuk anaknya. Bila selalu tentang imbalan, lalu apa imbalan yang harus kita beri pada Tuhan; yang telah menjaga kita selama ini? Bukankah Tuhan lebih berhak meminta imbalan? Maka dari itu pantaslah Tuhan disebut Sang Maha Cinta karena Ia tidak pernah egois dan meminta imbalan sedikitpun dari hambaNya.

Kalau kisah hidup manusia itu sama, lantas dimana letak seninya?  See u when i see u~

You Might Also Like

0 komentar

Like us on Facebook

Flickr Images

Subscribe