#35 (AMBIGU SORE)
Tuesday, October 10, 2017
Ada yang meminta kemarin sore
Membuat bingung, kuputuskan untuk menunda
Permintaan yang hingga kini belum kujawab
Karena kurasa, pintanya tidak penting untukku
Kuputuskan untuk berkeliling, menerawang sisi lain kehidupan masyarakat
Lalu, satu demi satu keringat bercucuran
Dengan sapu juga wajah tertutup masker
Para penyapu jalanan siap membersihkan sampah
Mereka para pembohong yang terlalu cerewet dengan janji
Lanjut kutatap satu demi satu pemulung
Yang menggantungkan hidup pada satu persatu plastik sampah
Memunguti sampah sekeliling kota
Sayangnya, sampah terbesar sedang bersembunyi dibalik meja
Para nelayan berlayar jauh tak nampak
Membawa tumpukan jaring mengais rezeki
Mengharapkan tangkapan banyak untuk anak istri
Sesekali, jaringlah mereka para pencuri uang rakyat
Banyak fenomena kulihat dan terlintas
Permintaan yang tadinya menyelimuti kini bisa dengan mudah kulepaskan
Pasalnya suasana kini sedang panas-panasnya
Terutama telinga yang selalu saja mendengarkan janji-janji palsu
Ada yang tinggal dibawah jembatan
Beratap langit berselimut karung semen bekas
Udara dingin sudah menjadi kawan
Karena mereka tahu, musuh bersama adalah para pembual diatas sana
Sebelum terlelap permintaan itu masih saja terngiang
Takutnya jika kupaksakan tidur, akan masuk kedalam mimpi
Sudah kukatakan sebelumnya, tidak terlalu penting
Entah mengapa, ia tetap tak bisa menghilang
Sudahlah, kucoba untuk melakukan banyak kesibukan
Menonton para koruptor yang sedang terjaring
Menyaksikan para pencuri yang sedang tersapu
Dan, untukku, merasakan rindu yang sedang tercabik
Mengapa harus selalu tentang rindu ?
Iya juga, rasanya ini terlalu berlebihan
Apakah tak ada rasa lain selain rasa rindu yang tawar dan pahit itu
Diolah jadi apapun takkan pernah manis tanpa gula, juga dirimu
Kuputuskan untuk menjawab sebelum terbang ke pulau kapuk
Pintanya "buatkan aku sebuah puisi !"
Aku heran, kamu siapa ?. Kenal lebih jauh saja belum
Rincinya, jawabanku atas tanyanya adalah segala ketidakpantasanku untuk bertindak
Semuanya punya porsi masing-masih disini
Tapi untuk dirimu, tak ada lagi tempat berteduh

1 komentar
Nice story��
ReplyDeleteDitunggu part selanjutnya��