#46 (BE BETTER)

Tuesday, November 14, 2017

Semester akhir, masa-masa galau. Terdapat banyak pilihan yang tertumpuk, mau lanjut kuliah lagi atau terjun ke dunia kerja. Pertanyaan demi pertanyaan pun datang tanpa henti, "mau kemana setelah ini ?." Entah, aku juga tidak tahu. Jelasnya, dan sesimpel mungkin akan kujawab "mengikuti angin berhembus." Mudah dan sampailah kita pada penghujung kata, mau apa lagi ?. Tolong, jangan bebani otak kami dengan pertanyaan-pertanyaan dulu, dosen dan skripsi sudah cukup membuat kami pusing. Paham !.


Siang itu aku dan keluarga baruku, mahasiswa HI berkumpul, berbagi tawa dan canda sekaligus merayakan perpisahan dosen yang sebentar lagi akan ikut suaminya. Tempatnya mewah menurutku, bangunan berbentuk persegi beratapkan anyaman rumbia juga berlantai karpet, menarik untuk dikunjungi. Tepat di bawah bangunan itu, kolam ikan, jika kau ingin relaksasi sejenak dari tumpukan makalah, sila berkunjung. Entah pelayanan yang kurang baik atau kendala teknis, pesanan belum juga datang. Sudahlah, sembari menunggu, dosen satu persatu memberi motivasi. Banyak jenisnya, tentang keilmuan tentunya, peningkatan semangat, dan terpenting adalah tentang hubungan. Jujur, ini adalah sesuatu yang baru menurutku, dan tidak banyak orang yang berani mengatakannya didepan khalayak ramai. 

hi there, wadap ?! 
Tak usah kusebut namanya, pokoknya dia wanita dan telah menikah. Awalnya pembicaraan berjalan normal saja, hingga salah seorang teman bertanya tentang awal mula hubungan hingga berujung pernikahan. "Jujur, saya belum pernah bertemu dengannya, walaupun rumah kami hanya berjarak lima langkah saja." jelas dosen sambil tersenyum. Bagaimana bisa saling mengenal, kalau bertemu saja tidak pernah, aneh bukan ?. "Bagi seorang lelaki, yang terpenting adalah kepastiannya." tambahnya, dan seketika membuat kami semua ternganga, bagaimana tidak, kami semua adalah laki-laki, tanpa terkecuali. Sambil mendengarkan, aku berpikir. Benar juga, proses saling mengenal bisa dilakukan kapan saja, tidak perlu melalui hubungan tak jelas selam bertahun-tahun, dan akhirnya juga tidak bersama. Mungkin juga.

Perkataannya siang itu layaknya siraman rohani, terkhusus untukku. Saat ini mungkin dosenku sedang memasuki tahap perkenalan. Mereka sudah menikah, halal, tak ada yang perlu ditakutkan lagi, semuanya akan bernilai ibadah. Indah bukan ?, dan itulah yang sulit untuk kulakukan. Sulit untuk dipikirkan juga dilakukan. Percaya atau tidak, waktu akan menjawab semuanya. Waktu akan berpihak pada masing-masing insan pada waktunya. Bukankah lelaki yang baik untuk wanita yang baik ?, kita sudah tahu dan masih saja resah. Ayolah, kawan. Mulailah, mari menuju kebenaran. Perbaiki diri, benarkan hati, bulatkan tekad, lillah. Sesaat setelah hidangan dihidangkan, siraman rohani pun berhenti dengan beribu pertanyaan yang masih saja hinggap dikepala. Ku bertanya dalam hati "trus, aku kapan ?.", nanti yah, kalau sudah baik :).

You Might Also Like

1 komentar

Like us on Facebook

Flickr Images

Subscribe