Mungkin? Mungkin!

Tuesday, May 12, 2020

Tuhan akan selalu memberikan kita yang terbaik. Hidup ini misteri yang entah kapan terpecahkan. Manusia adalah aktor, makhluk yang akan selalu berusaha untuk menemukan jawaban dari segala teka-teki. Kita diajarkan cara tersenyum disaat jawaban yang ditemui adalah kesedihan. Dengan itu kita belajar bahwa tidak semua cerita harus berjalan sesuai dengan ekspetasi dan rencana. Manusia akan selalu dihadapkan dengan hal-hal yang tak terduga. Bisa jadi hal itu adalah harapan, doa, bahkan usaha yang tak kunjung menemui titik terang. Lalu dimana letak 'terbaik' yang Tuhan berikan? Santai, cerita baru saja dimulai!

Masing-masing dari kita punya cita-cita. Tentunya semua itu baik, tapi belum tentu yang terbaik. Pertama, yakinlah bahwa Tuhan itu Maha Melihat dan Mendengar. Setiap harapan yang kita rencanakan, cita-cita yang kita gantungkan, dan doa yang kita lantunkan. Tapi sifat kita sangat berbanding terbalik. Manusia itu pura-pura buta dan tuli. Keinginan kita tak terhitung tapi dengan Tuhan, kita tercenung. PanggilanNya diabaikan, tenggelam dengan sibuknya kegiatan dunia. Pantaskah manusia meminta disaat Penciptanya sendiri terlupakan? Ada yang harus kita sadarkan yaitu diri dan ada yang harus kita perbaiki yaitu niat. Dengan itu hidup akan baik-baik saja meskipun realita bukan yang terbaik menurut kita.

Disaat kita menginginkan mobil, tapi apadaya Tuhan memberikan rezeki berupa motor.  Ia tahu, dengan mobil kita akan menyombongkan diri. Disaat kita meminta rumah megah Tuhan berikan rumah sederhana. Ia tahu bahwa tenaga yang kita miliki belum cukup kuat untuk merawat dan membersihkan rumah yang begitu besar. Selalu ada opsi, walakin manusia terkadang enggan menoleh kesana. Padahal hal itulah yang terbaik. Dibalik semua keinginan yang tertunda ada keinginan Tuhan yang tertanda. Bukan untuk membuat hambaNya putus asa, lebih lagi, agar manusia bisa berpikir jernih dan mengambil sisi positif dalam setiap sendi kehidupan. Kembalilah! Mungkin Tuhan sedang rindu. Kembalilah! Buka kembali Kitab Suci yang telah lama kau tinggalkan. Kembalilah! Karena sebaik-sebaiknya tempat menggantungkan harapan ada padaNya. 

"Kalau hari ini marah, ingat kemarin. Semoga esok tersenyum"

You Might Also Like

4 komentar

Like us on Facebook

Flickr Images

Subscribe