Pesan Singkat
Sunday, July 26, 2020Beberapa dari kita betah dengan kesepian. Menikmati hidup dengan kesendirian. Bahagia itu sederhana, katanya. Cukup dengan berdiam diri ditemani secangkir teh dan juga pemandangan indah di tepi pantai. Sembari berpikir tentang apa yang telah dilewatkan dan apa saja yang belum direncanakan. Untuk sebagian orang golongan ini aneh. Tapi kembali lagi, memang dari sananya manusia itu maha menilai. Ada juga orang-orang yang kapanpun harus ditemani. Dengan artian tak mampu berlama-lama dengan kesepian. Teh ataupun kopi bukanlah sahabat karib. Walakin, berbincang lalu sesekali tersenyum. Mari berpikir, apa jadinya jika kita semua tak diciptakan berbeda? Dimana seninya? Tarik napas lalu bersyukur.
Kita hidup dengan persepsi masing-masing. Maka dari itu terkadang jawaban yang keluar dari mulut pun berbeda-beda. Mari bertanya pada diri sendiri tentang cara menikmati hidup. Pejamkan mata lalu bayangkan tentang versi hidup terbaik menurut kita. Coba lihat sekeliling, sudah puas? Sudah sesuai? Jawabannya simpan saja untuk diri sendiri. Sempatkan waktu untuk sesekali bertanya pada orang lain. Mungkin saja dengan jawaban yang beraneka ragam itu dapat membuat kita sadar lalu bersyukur. Karena bisa jadi apa yang kita keluhkan saat ini adalah impian orang lain yang belum tercapai. Begitupun sebaliknya, kawan.
Mari berbicara tentang usia. Yang tiap detik bertambah jumlahnya tapi tidak dengan pemahaman tentang kehidupan. Kita seringkali memaksakan keadaan. Hanya karena mengikuti nafsu dan khayalan yang belum tentu kenyataannya itu indah. Seringkali kita hanya gengsi. Padahal tak berpengaruh sekalipun untuk derajat. Kita sedang belajar untuk mengerti akan hidup ini. Bukan tentang usia, tapi tentang kesadaran akan keadaan. Perhatikan, mungkin saja dibalik keinginan yang kita idamkan ada hal lain yang bisa menimbulkan rasa lega dan senyuman; sekalipun untuk orang-orang terdekat.
Sampai saat ini, hingga detik ini. Kita masih saja mencari dan mencoba. Mencari arti hidup dan mencoba untuk menikmatinya. Tenang saja, kau tak sendiri. Aku, kamu, kita semua.
For everyone who try, we are trying
1 komentar
Lopyu kaka
ReplyDelete